Putri Koster Buka Pasar UMKM Sudaji, Dorong Kuliner Lokal Naik Kelas
- 20 Sep 2026 11:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pasar UMKM menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Minggu (20/9/2026). Kehadiran puluhan pelaku usaha lokal memberi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kuliner dan produk unggulan desa kepada ratusan peserta maupun tamu yang hadir.
Pasar UMKM dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Pembukaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong desa wisata agar tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat melalui produk lokal.
Beragam kuliner tradisional, hasil pertanian, kerajinan, hingga olahan pangan khas Sudaji ditampilkan di area pasar. Produk-produk tersebut dikemas sebagai identitas desa yang memperkuat konsep wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Dalam kesempatan itu, Ny. Putri Suastini Koster mengapresiasi komitmen masyarakat Desa Sudaji yang tetap mengangkat potensi lokal sebagai kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata desa. Menurutnya, kualitas produk dan cara penyajian menjadi kunci agar UMKM mampu bersaing dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Saya sangat menghargai upaya menampilkan kearifan lokal. Kuliner yang kita miliki harus ditampilkan dan dikemas dengan baik sehingga kualitasnya meningkat sekaligus mampu memutar roda perekonomian desa,” ujarnya.
Ia menilai, desa memiliki kekayaan kuliner dan budaya yang tidak dimiliki daerah lain. Karena itu, setiap kegiatan pariwisata seharusnya menjadi panggung bagi produk-produk masyarakat, sehingga wisatawan memperoleh pengalaman otentik sekaligus memberi dampak ekonomi kepada pelaku UMKM.
Pasar UMKM Sudaji tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga mempertemukan wisatawan, komunitas olahraga, dan masyarakat dalam satu ruang yang sama. Melalui kegiatan ini, Desa Sudaji menunjukkan bahwa pengembangan wisata berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya serta pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....