Diduga Rabies, Anak Anjing Gigit Tiga Anggota Keluarga di Jembrana

  • 19 Sep 2026 05:08 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Tiga anggota keluarga, AS (42 tahun) beserta dua anaknya TS (15 tahun) dan SB (23 tahun), menjadi korban gigitan anak anjing peliharaan di Jembrana, Bali.
  • Insiden pertama terjadi pada 8 September 2026 saat AS sedang memandikan anak anjing peliharaannya yang berusia sekitar empat bulan.

RRI.CO.ID, Negara – Tiga orang dalam satu keluarga di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, menjadi korban gigitan anak anjing peliharaan. Ketiga korban yakni AS (42) bersama dua anaknya, TS (15) dan SB (23).

AS mengatakan, insiden pertama dialaminya pada 8 September 2026. Saat itu, ia sedang memandikan anak anjing peliharaannya yang diperkirakan berusia empat bulan.

“Saat dimandikan, anjing memang mengigil. Saya kemudian digigit pada jempol tangan kanan. Memang tidak berdarah, tetapi lumayan terasa dan tergores,” katanya, Kamis, 17 September 2026.

Menurut AS, sebelum kejadian dirinya melihat adanya luka pada tubuh anak anjing tersebut. Luka itu diduga merupakan bekas gigitan, meski ia tidak mengetahui secara pasti penyebabnya.

“Anak anjing saya memang belum divaksin. Kalau induknya sudah divaksin. Mungkin anak anjing berkelahi atau digigit anjing lain, kami juga tidak tahu,” ungkapnya.

Peristiwa serupa kembali terjadi beberapa hari kemudian. TS, anak kedua AS, mengalami gigitan pada 12 September 2026 ketika hendak mencari kutu pada tubuh anak anjing tersebut. Berbeda dengan luka yang dialami ibunya, gigitan yang dialami TS menyebabkan luka pada jempol tangan kiri hingga berdarah.

Sehari berselang, giliran SB yang mengalami kejadian serupa. Anak pertama AS itu digigit pada bagian siku tangan kiri ketika berupaya memindahkan anak anjing.

Rentetan kejadian tersebut akhirnya membuat keluarga AS melaporkan kasus tersebut kepada petugas. Sampel otak anak anjing kemudian diambil pada 14 September 2026 untuk pemeriksaan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana I Gusti Ngurah Putu Sugiarta membenarkan adanya laporan tersebut. “Iya, kami sudah menerima laporan dan sudah ditindaklanjuti,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....