Bupati Jembrana Sampaikan Aspirasi Peningkatan Dermaga II Gilimanuk

  • 17 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara - Peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk dari semula 20-30 ton jadi 50 ton menjadi jawaban atas aspirasi para sopir truk yang selama ini mengeluhkan antrean panjang saat hendak menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang. Sebelumnya, keluhan para sopir truk tersebut sempat disampaikan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin, 20 Juli 2026 lalu.

Rapat koordinasi saat itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan, Gubernur Bali Wayan Koster, serta para kepala daerah se-Provinsi Bali.

Dalam kesempatan itu, Kembang menyampaikan secara langsung pada AHY terkait dengan antrean panjang bongkar muat yang dialami para sopir truk yang selama ini harus menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang.

"Beberapa kali kami sempat berkoordinasi dengan ASDP, bahkan asosiasi sopir truk rame-rame datang ke DPRD. Dan ini saya sampaikan, kemacetan sudah parah. Tidak hanya pada hari-hari tertentu, tapi hari-hari biasa juga macet, ini dikeluhkan oleh para sopir," ujar Kembang.

Kendati saat ini peningkatan dermaga II Gilimanuk telah dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas penyeberangan, namun Kembang juga mengharapkan adanya peningkatan pada daya tampung kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk.

"Tidak hanya peningkatan kapasitas ASDP, tetapi rasanya perlu perluasan atau kalau memungkinkan dibangun pelabuhan baru," tegas Kembang saat dihubungi, Kamis, 17 September 2026.

Saat ini, revitalisasi Dermaga II Pelabuhan Gilimanuk berdampak pada kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang hendak menyebrang ke luar Bali. ASDP telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi. Untuk jangka pendek dilakukan pengendalian arus dan penguatan kapasitas di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Sementara untuk jangka menengah dan panjang, penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas dermaga, pengembangan buffer area, akses pendukung, serta penambahan armada operasional kapal perbantuan. Peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk ditargetkan rampung dan dapat dioperasikan selambat-lambatnya pada periode Angkutan Lebaran 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....