Inflasi Singaraja 3,61 Persen, Nyaris Tertinggi di Bali

  • 17 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Inflasi year-on-year Singaraja pada Agustus 2026 mencapai 3,61 persen, menempati posisi tertinggi kedua di Provinsi Bali setelah Denpasar.
  • Kota Denpasar mencatat inflasi tertinggi di Bali sebesar 3,64 persen, hanya 0,03 poin lebih tinggi dari Singaraja.
  • Kabupaten Badung memiliki laju inflasi terendah di wilayah Bali pada periode yang sama, yakni 2,86 persen.

RRI.CO.ID, Singaraja - Inflasi year on year (y-on-y) Singaraja pada Agustus 2026 mencapai 3,61 persen, hanya terpaut 0,03 poin dari Kota Denpasar yang mencatat inflasi tertinggi di Provinsi Bali pada periode yang sama.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh BPS Kabupaten Buleleng, Denpasar mencatat inflasi y-on-y sebesar 3,64 persen, sedangkan Singaraja sebesar 3,61 persen. Kabupaten Badung menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 2,86 persen.

Di Singaraja, inflasi tersebut terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,89 pada Agustus 2025 menjadi 112,82 pada Agustus 2026. Secara bulanan, Singaraja mengalami inflasi sebesar 1,12 persen, sedangkan secara year to date mencapai 2,19 persen.

Kenaikan harga di Singaraja terjadi pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 5,93 persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,32 persen, serta transportasi sebesar 5,04 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,23 persen menjadi penyumbang terbesar inflasi Singaraja dengan andil 1,46 persen.

Kelompok transportasi memberikan andil 0,55 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,49 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,48 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,39 persen.

Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi secara tahunan, yakni sebesar 0,43 persen. Kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen terhadap inflasi Singaraja.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya, inflasi Singaraja pada Agustus 2026 juga tercatat lebih tinggi. Inflasi y-on-y pada Agustus 2024 sebesar 1,69 persen, kemudian meningkat menjadi 2,71 persen pada Agustus 2025 dan 3,61 persen pada Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....