Musim Kemarau, Masyarakat Buleleng Diminta Waspadai Ancaman Kebakaran

  • 16 Sep 2026 10:13 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Memasuki musim kemarau, Kabupaten Buleleng menghadapi peningkatan risiko kebakaran akibat kondisi lingkungan yang kering dan potensi angin kencang.
  • Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng I Gede Arya Suardana menekankan bahwa kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran.
  • Masyarakat diminta tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun karena kondisi lingkungan yang kering membuat rumput, semak, dan sampah mudah terbakar serta angin kencang mempercepat penyebaran api.

RRI.CO.ID, Singaraja - Memasuki musim kemarau yang berpotensi disertai angin kencang, masyarakat Kabupaten Buleleng, Bali, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran dan dampak cuaca ekstrem. Kondisi lingkungan yang kering membuat rumput, semak, dan sampah lebih mudah terbakar, sementara angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng I Gede Arya Suardana mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran. Masyarakat diingatkan tidak menganggap sepele sumber api sekecil apa pun, terutama saat kondisi lingkungan kering.

“Memasuki musim kemarau, kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan menganggap sepele sumber api sekecil apa pun karena kondisi kering membuat api lebih mudah menyala dan apabila disertai angin kencang, penyebarannya bisa berlangsung sangat cepat,” ujarnya, Selasa, 15 September 2026.

Arya menegaskan pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan dan memastikan setiap aktivitas yang menggunakan api tidak meninggalkan bara.

“Pencegahan adalah langkah yang paling penting. Kalau memang ada aktivitas yang menggunakan api, harus dipastikan benar-benar aman dan tidak meninggalkan bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ucapnya.

Selain ancaman kebakaran, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan saat terjadi angin kencang, terutama keberadaan pohon tua atau pohon yang berpotensi tumbang. Warga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran agar petugas dapat bergerak lebih cepat.

“Jangan menunggu api semakin besar. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula personel dan armada dapat kami kerahkan,” kata Arya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....