Tender Pengembangan PPN Pengambengan Masuki Tahap Evaluasi Akhir
- 27 Mei 2026 11:25 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Proses tender pembangunan proyek strategis nasional (PSN) pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kabupaten Jembrana, kini memasuki tahap akhir. Pemerintah pusat saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap peserta lelang internasional proyek pelabuhan yang nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun tersebut.
Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, mengatakan evaluasi dilakukan oleh kelompok kerja (Pokja) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terhadap seluruh dokumen penawaran yang telah masuk.
“Saat ini masih proses evaluasi oleh Pokja pusat. Kami masih menunggu hasil penetapannya,” kata Lukman saat ditanya terkait perkembangan PSN ini, Rabu 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, apabila proses administrasi berjalan sesuai jadwal dan tidak ada kendala, pekerjaan fisik pembangunan ditargetkan mulai dilaksanakan pada Juni mendatang. Namun, kepastian pelaksanaan tetap menunggu hasil akhir evaluasi tender.
Menurutnya, proyek pengembangan PPN Pengambengan diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan nelayan setempat, khususnya terkait kondisi kolam labuh yang mengalami pendangkalan.
Selama ini kapal nelayan kerap mengalami kesulitan keluar masuk pelabuhan, terutama ketika air surut. Kondisi tersebut diperparah dengan akses pintu kolam labuh yang relatif sempit sehingga sering menimbulkan antrean kapal saat aktivitas bongkar muat maupun keberangkatan melaut meningkat.
“Harapannya tentu pembangunan ini bisa segera berjalan dan mendapatkan pelaksana terbaik,” ujarnya.
Dalam rencana pengembangan tersebut, kawasan pelabuhan akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 36 hektare, termasuk area reklamasi. Nantinya kawasan dibagi menjadi tiga zona utama meliputi area perkantoran seluas 5,2 hektare, kawasan kapal kecil dan bisnis sekitar 6 hektare, serta kawasan industri mencapai 24,8 hektare. Program pengembangan PPN Pengambengan sendiri telah dirancang sejak 2023 dan ditargetkan selesai secara bertahap hingga 2028. Tahapan awal meliputi pembangunan dermaga, pengerukan kolam labuh, reklamasi, hingga pemindahan kapal tahap pertama dan seleksi investor.
Kemudian pada 2027 direncanakan pembangunan fasilitas penunjang beserta pemindahan kapal tahap kedua. Sementara pada 2028 seluruh kapal dari Pelabuhan Benoa direncanakan mulai dipindahkan ke PPN Pengambengan seiring operasional penuh kawasan pelabuhan baru tersebut.
Jika seluruh proyek rampung, kapasitas tampung pelabuhan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 1.600 kapal dari kapasitas saat ini sebanyak 1.273 kapal. Selain itu, produksi perikanan diperkirakan naik dari sekitar 61.300 ton menjadi 124 ribu ton per tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....