JOSS Buleleng Diluncurkan, Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah
- 10 Sep 2026 12:57 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng resmi meluncurkan JOSS Buleleng atau Jaringan Operasional Sekolah Kesetaraan sebagai platform digital untuk mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Platform tersebut mengintegrasikan data ATS, informasi layanan, koordinasi lintas sektor, hingga pendaftaran pendidikan kesetaraan secara daring dalam satu sistem.
Peluncuran dan sosialisasi JOSS Buleleng berlangsung di Aula Disdikpora Kabupaten Buleleng, Kamis, 10 September 2026. Kegiatan diikuti secara luring dan daring oleh perangkat daerah, pemerintah desa, serta satuan pendidikan kesetaraan di seluruh Kabupaten Buleleng.
Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gede Surya Bharata, mengatakan JOSS Buleleng merupakan proyek perubahan sekaligus sistem pendukung untuk memperkuat implementasi kebijakan penanganan anak tidak sekolah secara lebih intensif, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
“JOSS Buleleng merupakan akronim dari Jaringan Operasional Sekolah Kesetaraan. Platform ini kami hadirkan sebagai salah satu support system untuk melakukan penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Buleleng secara lebih intensif, terintegrasi, dan berbasis teknologi,” ujar Surya Bharata.
Menurutnya, JOSS Buleleng tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi pendataan, tetapi juga menjadi media informasi bagi masyarakat mengenai keberlanjutan pendidikan bagi anak yang putus sekolah maupun belum menuntaskan wajib belajar 13 tahun. Masyarakat dapat mengetahui layanan pendidikan kesetaraan mulai dari Paket A, Paket B hingga Paket C.
Pemerintah desa dan pemimpin masyarakat juga dapat memanfaatkan platform tersebut untuk mengetahui warga di wilayahnya yang belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah. Selanjutnya, warga dapat diarahkan untuk memperoleh layanan pendidikan kesetaraan sesuai jenjang dan usia.
“Melalui JOSS Buleleng, masyarakat dan pemerintah desa dapat mengetahui siapa saja warga yang belum menuntaskan sekolahnya dan langsung mendapatkan akses layanan pendidikan kesetaraan sesuai jenjang dan usianya,” katanya.
Saat ini, sebanyak 14 satuan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Buleleng telah terintegrasi dalam sistem JOSS Buleleng. Platform tersebut memuat informasi lembaga penyelenggara, data peserta didik aktif Paket A, Paket B, dan Paket C, kurikulum pembelajaran, hingga mekanisme pendaftaran secara daring yang terbuka dan akuntabel.
Surya Bharata menjelaskan, pengembangan JOSS Buleleng dilatarbelakangi masih rendahnya partisipasi masyarakat pada pendidikan kesetaraan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kesenjangan informasi mengenai layanan pendidikan yang tersedia.
“Layanan ini hadir untuk memberikan akses informasi yang cepat, transparan, dan terpadu kepada seluruh masyarakat. Hambatan informasi yang selama ini menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses pendidikan kesetaraan kita potong melalui JOSS Buleleng,” ucapnya.
Data dalam platform akan diperbarui secara berkala sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai sebaran satuan pendidikan kesetaraan, layanan yang tersedia, hingga proses pendaftaran. Disdikpora Buleleng juga akan memperkuat sosialisasi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, pemerintah desa, serta lembaga terkait.
“Kami berharap seluruh stakeholder terus berkolaborasi sehingga masyarakat yang belum menuntaskan pendidikan dapat segera terlayani melalui pendidikan kesetaraan,” ujarnya.
Selain JOSS Buleleng, Disdikpora memperkenalkan SPAT SIKU atau Sistem Penanganan Anak Tidak Sekolah Secara Inklusif Menuju Buleleng Bebas ATS. Sistem tersebut mengintegrasikan enam layanan, termasuk JOSS Buleleng, untuk memperkuat penanganan anak tidak sekolah secara menyeluruh.
Berdasarkan data Disdikpora Buleleng, saat ini terdapat sekitar 8.077 anak tidak sekolah di Kabupaten Buleleng. Seluruh data tersebut akan diidentifikasi dan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar setiap anak memperoleh penanganan dan layanan pendidikan yang tepat.
Melalui JOSS Buleleng dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan penanganan anak tidak sekolah dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Upaya tersebut diharapkan turut meningkatkan angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah, serta Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Buleleng menuju Buleleng Bebas Anak Tidak Sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....