Antrean Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai, ASDP Tambah Armada

  • 09 Sep 2026 22:44 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Kepadatan kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk mulai menunjukkan penurunan. Hingga Selasa, 8 September 2026 pukul 10.00 WIB, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sudah tidak lagi memiliki ekor antrean kendaraan.

Kondisi berbeda masih terlihat di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Antrean kendaraan tercatat tersisa sekitar 500 meter di kawasan Gapura Gilimanuk dan masih menjadi perhatian petugas dalam pengaturan arus menuju pelabuhan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan perkembangan kondisi antrean saat ini cukup positif. ASDP terus menyesuaikan pola operasional dengan situasi di lapangan untuk mempercepat pergerakan kendaraan.

“Kami melihat kondisi antrean di Ketapang sudah mulai terurai dan saat ini tidak lagi terdapat ekor antrean. Di Gilimanuk, antrean juga terus kami dorong untuk segera terurai. Seluruh pengaturan operasional kami lakukan secara adaptif dengan mengoptimalkan armada dan pola pelayanan yang tersedia,” ujar Heru.

Untuk memperkuat kapasitas angkut, ASDP mengoperasikan 26 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan pola delapan trip. Skema Tiba, Bongkar, Berangkat atau TBB juga masih diterapkan untuk mempercepat waktu pelayanan kapal di pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyebut tambahan armada turut dikerahkan untuk mendukung percepatan penguraian antrean. KMP Jatra I mulai masuk melayani lintasan Ketapang-Gilimanuk pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

“Masuknya KMP Jatra I ke lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi bagian dari upaya kami untuk memperkuat kapasitas layanan. Armada tambahan ini kami integrasikan dengan pola operasi yang berjalan agar pelayanan dapat semakin optimal dan arus kendaraan bergerak lebih cepat,” jelas Media.

Selain penambahan kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk, ASDP juga mengoperasikan KMP Portlink untuk mendukung konektivitas dari Tanjung Wangi menuju Lembar.

Kapal tersebut telah tiba di Tanjung Wangi pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. KMP Portlink dijadwalkan melayani pelayaran menuju Lembar pada Selasa dengan batas keberangkatan maksimal pukul 21.00 WIB, dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasang surut di Pelabuhan Tanjung Wangi.

ASDP secara berkala memantau pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan maupun jalur akses menuju pelabuhan. Pola operasional dapat disesuaikan sewaktu-waktu berdasarkan kondisi kepadatan dan kebutuhan pelayanan.

Heru menegaskan optimalisasi armada dan pengaturan operasional akan terus dilakukan untuk mempertahankan kelancaran arus penyeberangan.

“Melalui kesiapan armada, pengaturan operasional yang responsif, serta koordinasi yang optimal, ASDP akan memastikan kebutuhan perjalanan setiap pengguna jasa terus terlayani secara optimal,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....