Rehabilitasi Jalan Dencarik-Pedawa Ditarget Rampung Desember
- 07 Sep 2026 19:42 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka akses yang lebih aman bagi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui rehabilitasi dan pelebaran ruas jalan Dencarik–Pedawa yang menjadi jalur penting bagi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju kawasan pariwisata Lovina.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna meninjau langsung pengerjaan proyek di wilayah Desa Dencarik, Desa Sidatapa, dan Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Senin 7 September 2026. Ruas yang ditangani melalui proyek Rehabilitasi Jalan Dencarik–Pedawa (Bd. Desa), Dencarik–Cempaga, SP3 Jn. Temukus–SP3 Jp. Munduk ini memiliki panjang penanganan sekitar enam kilometer dan menjadi pelebaran jalan terpanjang yang dikerjakan Pemkab Buleleng tahun ini.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah tikungan tajam yang selama ini dinilai rawan bagi pengguna jalan. Kondisi tersebut menjadi tantangan, terutama bagi kendaraan roda dua maupun kendaraan dengan ukuran besar yang melintas di jalur penghubung antardesa tersebut.
"Tikungan-tikungan yang tajam tadi sudah diperlebar sehingga lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang nantinya menggunakan jalan ini," ujar Sutjidra.
Proyek dengan nilai anggaran hampir Rp10 miliar tersebut dikerjakan dengan menghadapi kondisi medan yang cukup menantang. Karena itu, Bupati meminta penyedia jasa memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dalam kontrak, sehingga manfaat peningkatan jalan segera dirasakan masyarakat.
"Sesuai dengan kontrak, nanti Desember juga harus selesai. Tadi saya sudah sampaikan kepada penyedia, jangan sampai terlambat lagi," katanya.
Menurut Sutjidra, ruas Dencarik–Pedawa menjadi salah satu prioritas karena memiliki fungsi strategis dalam menghubungkan sejumlah desa di wilayah atas Buleleng. Jalur tersebut juga memiliki keterkaitan dengan kawasan wisata Lovina sekaligus menjadi akses distribusi hasil pertanian, terutama komoditas cengkeh dari wilayah perdesaan.
"Jalur ini menghubungkan Cempaga, Sidatapa, kemudian Padangbulia dan Dencarik. Kawasan ini juga memiliki keterkaitan dengan kawasan Lovina," ungkapnya.
Secara keseluruhan, Pemkab Buleleng mengalokasikan sekitar Rp70 miliar untuk paket rehabilitasi dan pelebaran jalan pada tahun ini. Pekerjaan tersebut tersebar di sembilan kecamatan, termasuk Banjar, Seririt, Grokgak, serta sejumlah ruas di kawasan perkotaan Singaraja. Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan adanya tambahan anggaran melalui perubahan APBD, yang akan lebih diarahkan untuk pemeliharaan jalan dengan penanganan berskala pendek, seperti Jalan Patimura di kawasan kota.
Peningkatan akses di ruas ini juga mendapat dukungan langsung dari masyarakat. Warga Sidatapa secara sukarela merelakan sebagian lahan dan pohon milik mereka untuk pelebaran jalan, khususnya pada titik-titik tikungan yang dianggap rawan. Langkah tersebut dilakukan tanpa pembebasan lahan maupun pemberian ganti rugi.
"Tidak ada pembebasan lahan, tidak ada ganti rugi untuk pohon-pohon yang ditebang. Murni dari kesukarelaan masyarakat, karena untuk keamanan mereka sendiri," jelas Sutjidra.
Dari swadaya tersebut, sejumlah titik tikungan dapat diperlebar hingga sekitar 2,5 meter. Dengan penambahan itu, lebar jalan di lokasi tertentu mencapai delapan meter. Pemkab Buleleng kemudian memfasilitasi pengerasan jalan setelah usulan pelebaran disampaikan oleh masyarakat desa setempat.
Dengan selesainya rehabilitasi dan pelebaran ruas ini, pemerintah berharap akses masyarakat menjadi lebih aman dan lancar, sekaligus memperkuat jalur distribusi hasil pertanian serta mendukung konektivitas menuju kawasan pariwisata. Target penyelesaian pada Desember menjadi penting agar manfaat infrastruktur tersebut dapat segera dirasakan masyarakat di wilayah utara Buleleng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....