SPPG Kaliuntu 2 Sesuaikan Menu MBG Dengan Kebutuhan Penerima Manfaat

  • 06 Sep 2026 07:04 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Penyesuaian program mempertimbangkan berbagai faktor termasuk usia, jadwal penerimaan, dan kondisi khusus seperti alergi makanan.
  • Saat ini program melayani 2.931 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kaliuntu 2 Polres Buleleng disesuaikan dengan kebutuhan individual setiap penerima manfaat.

RRI.CO.ID, Singaraja - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di SPPG Kaliuntu 2 Polres Buleleng dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing penerima manfaat. Penyesuaian tidak hanya berdasarkan jumlah penerima, tetapi juga mempertimbangkan usia, jadwal penerimaan hingga kondisi khusus seperti alergi makanan.

Kepala SPPG Kaliuntu 2 Polres Buleleng, Ketut Ngurah Arya Krisna Satria Darma, mengatakan saat ini pihaknya melayani 2.931 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Layanan tersebut mencakup enam satuan pendidikan di Kecamatan Buleleng serta dua kelompok posyandu. Agar makanan diterima dalam kondisi segar, jadwal pengolahan dan distribusi disesuaikan dengan waktu penerimaan masing-masing sekolah.

Ketut Ngurah Arya Krisna Satria Darma mengatakan sebelum menentukan menu, pihaknya terlebih dahulu mengklasifikasikan kebutuhan penerima manfaat, termasuk jumlah penerima, jarak sekolah, waktu distribusi, hingga anak yang memiliki alergi terhadap telur, ayam maupun protein hewani.

“Dari satu sekolah, berapa yang alergi protein hewani, berapa yang alergi telur, berapa yang alergi ayam, ada yang tidak makan nasi. Jadi klasifikasi ini harus kita catat,” ujarya saat dialog interaktif "Hai Bali Ken-Ken" dengan tema Dari Buleleng Untuk Indonesia, Sabtu, 5 September 2026 .

Menu MBG juga tidak dibuat secara berubah-ubah setiap hari, melainkan disusun dalam siklus tertentu dengan mempertimbangkan data penerima manfaat dan kebutuhan angka kecukupan gizi.

“Kita sudah sesuaikan dengan arahan pimpinan pusat. Kita juga sudah diberikan juknis yang saat ini kita pedomani,” ucapnya.

Selain itu, makanan dipersiapkan secara bertahap sesuai jadwal distribusi. Langkah tersebut dilakukan agar makanan yang diterima siswa maupun penerima manfaat lainnya tetap segar dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....