Sampah Plastik Jadi Tantangan Pengembangan Tajun sebagai Desa Wisata
- 03 Sep 2026 20:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, menempatkan pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik, sebagai prioritas dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan.
Perbekel Desa Tajun, I Gede Agustawan, mengatakan potensi wisata yang dimiliki desa belum dapat dikembangkan secara maksimal apabila persoalan sampah belum tertangani dengan baik.
Menurutnya, Desa Tajun memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata, mulai dari pertanian, sumber daya manusia, hingga adat dan budaya. Namun, kebersihan lingkungan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan pariwisata.
“Bicara wisata tidak lepas dari sampah,” ujarnya dalam Talkshow RRI Singaraja bertajuk “Dari Potensi Desa Hingga Sampah Plastik: Mewujudkan Tajun Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan”, Senin, 31 Agustus 2026.
Agustawan menjelaskan, keberadaan sampah di lokasi wisata dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan maupun pengunjung. Karena itu, pihak desa bersama desa adat dan unsur masyarakat terus mendorong penanganan sampah sebelum pengembangan destinasi wisata dilakukan lebih jauh.
Ia menyebut, Desa Tajun juga telah menjalin kerja sama dengan desa adat dalam upaya menangani persoalan sampah di wilayah desa.
“Setelah sampah tertangani, baru kita bisa bicara sama desa wisata beserta hal-hal yang berkaitan dengan wisata,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kabid Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kadek Mila Pradnyani, mengatakan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam membangun desa wisata. Menurutnya, pemerintah daerah mendorong pengelolaan sampah mulai dari lingkungan rumah tangga.
Ia menjelaskan, sampah organik dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah plastik diarahkan untuk masuk dalam sistem pengelolaan yang dilakukan melalui TP3R.
Mila menilai pengelolaan sampah juga berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata. Wisatawan tidak hanya menikmati potensi alam dan budaya desa, tetapi juga dapat memperoleh edukasi mengenai bagaimana masyarakat mengelola sampah.
“Wisatawan itu diajak tur ke TP3R melihat bagaimana cara mereka mengelola sampah dan bagaimana cara mereka membuat kebun dari sampah organik,” ucapnya.
Upaya tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat sekaligus memastikan pengembangan Desa Tajun sebagai desa wisata berjalan seimbang dengan kelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....