Edukasi Demokrasi di SMKN 1 Tejakula, Siswa Kenali Pentingnya Pemilu
- 02 Sep 2026 11:36 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Sebanyak 99 siswa kelas X SMKN 1 Tejakula mengikuti Sosialisasi Pendidikan Demokrasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk memahami demokrasi sekaligus mengenali peran dan pentingnya pemilu dalam menentukan pemimpin serta wakil rakyat. Peserta berasal dari tiga kompetensi keahlian, yakni Perhotelan 34 siswa, Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) 31 siswa, serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 38 siswa.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Buleleng Putu Arya Suarnata serta Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Buleleng Ngurah Cahyudi Wiratama. Sosialisasi menyasar siswa kelas X yang ke depan akan memasuki kelompok pemilih pemula. Edukasi sejak dini dinilai penting agar generasi muda memiliki pengetahuan yang memadai sebelum menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Tejakula, I Komang Adi Sukrawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan KPU Buleleng. Menurutnya, kehadiran KPU menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan secara langsung. Ia juga mendorong para siswa menyimak materi dengan baik karena pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal ketika nantinya menggunakan hak pilih.
"Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memahami demokrasi dan kepemiluan, termasuk bagaimana memilih Presiden dan Wakil Presiden maupun pemimpin lainnya melalui pemilu dan pilkada," ujarnya.
Penyampaian materi kemudian dilakukan secara interaktif oleh Putu Arya Suarnata. Sejumlah siswa dilibatkan melalui permainan dan test case sederhana sebagai pengantar untuk memahami pentingnya menentukan pilihan. Cara tersebut membuat materi demokrasi dan kepemiluan lebih mudah dipahami sekaligus mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan.
Putu Arya Suarnata menjelaskan, pemilu merupakan salah satu sarana masyarakat untuk menentukan pemimpin dan wakilnya secara demokratis. Dalam penyelenggaraannya terdapat tiga unsur utama yang saling berkaitan, yakni peserta pemilu, penyelenggara pemilu, dan pemilih. Pemahaman terhadap ketiga unsur tersebut penting bagi pemilih pemula agar mengetahui posisi dan tanggung jawabnya dalam proses demokrasi.
"Pemilu merupakan sarana bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin dan wakilnya secara demokratis. Ada tiga unsur utama dalam pemilu, yaitu peserta pemilu, penyelenggara pemilu, dan pemilih," katanya.
Selain memahami unsur pemilu, para siswa diperkenalkan dengan lembaga penyelenggara pemilu, yakni KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Masing-masing lembaga memiliki tugas dan fungsi yang berbeda dalam memastikan tahapan pemilu berjalan sesuai ketentuan. Materi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai proses demokrasi dan penyelenggaraan pemilu di Indonesia.
Dalam kegiatan itu, KPU Buleleng juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu. Kabupaten Buleleng memiliki jumlah penduduk yang besar di Provinsi Bali, sehingga keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan demokrasi. Karena itu, peningkatan kesadaran dan pengetahuan pemilih, khususnya generasi muda, perlu terus dilakukan.
"Partisipasi masyarakat dalam pemilu sangat penting. Karena itu, pemilih pemula perlu mendapatkan pengetahuan yang cukup agar nantinya tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga memahami pilihan yang akan digunakan," ucapnya.
Materi lainnya berkaitan dengan pengenalan surat suara yang digunakan dalam pemilu. Siswa diberikan pemahaman mengenai informasi yang tercantum dalam surat suara, mulai dari nomor urut, nama peserta pemilu hingga warna surat suara. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mengurangi kebingungan pemilih ketika memberikan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
Melalui sosialisasi ini, siswa SMKN 1 Tejakula diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Mereka tidak hanya mengenal tata cara menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami bahwa setiap suara memiliki peran dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan negara. Pendidikan demokrasi sejak bangku sekolah menjadi salah satu langkah untuk membangun partisipasi pemilih yang berkualitas.
KPU Kabupaten Buleleng terus mendorong pendidikan pemilih melalui berbagai kegiatan sosialisasi, termasuk menyasar lingkungan sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemilih pemula yang aktif. Dengan pengetahuan yang cukup, generasi muda diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....