TPA Bengkala Berbenah, Buleleng Cari Teknologi Pengolahan Sampah

  • 02 Sep 2026 10:40 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai membenahi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala di tengah tingginya volume sampah serta keluhan warga sekitar terkait bau dan asap. Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menegaskan, pembenahan tidak cukup hanya dengan mengubah pola penimbunan, tetapi membutuhkan teknologi pengolahan sampah sebagai solusi jangka panjang.

Pengelolaan TPA Bengkala kini mulai beralih dari sistem open dumping ke controlled landfill. Dari total lahan sekitar 8,2 hektare, sekitar tiga hektare telah dimanfaatkan untuk penanganan sampah dengan metode controlled landfill. Pemkab Buleleng juga masih mencari teknologi yang dinilai paling tepat untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

Supriatna menilai persoalan TPA Bengkala tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah daya tampung. Volume sampah yang masuk setiap hari harus ditekan sejak dari sumber, sementara pengolahan di hilir diperkuat agar TPA tidak terus menjadi tempat penumpukan.

“Kalau tidak dilakukan pemilahan dari sumbernya, sampah akan terus menumpuk,” kata Supriatna.

Data Pemkab Buleleng menunjukkan sekitar 400 meter kubik sampah masuk ke TPA Bengkala setiap hari, sementara yang mampu dikelola baru sekitar 12 persen. Kondisi ini membuat pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi langkah penting untuk mengurangi beban TPA.

“Kami berharap nantinya bisa menemukan teknologi pengolahan sampah yang tepat, sehingga tidak perlu lagi ada penambahan lahan untuk TPA. Sampah yang masuk harus bisa diolah dan dikurangi volumenya, bukan terus ditumpuk,” ujar Supriatna.

Pembenahan TPA Bengkala membutuhkan langkah dari hulu hingga hilir. Pemerintah dituntut menghadirkan teknologi pengolahan yang efektif dan berkelanjutan, sementara masyarakat perlu mengurangi sampah yang berakhir di TPA agar persoalan tidak terus berulang dan dampaknya tidak semakin membebani warga sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....