Tajun Kembangkan Potensi Lokal Dukung Desa Wisata Berkelanjutan
- 02 Sep 2026 06:54 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Desa Tajun di Buleleng memiliki produk unggulan seperti urutan babi, arak, tuak, durian, alpukat dan manggis yang menjadi daya tarik utama desa wisata.
- Pengembangan wisata agro dan spiritual menjadi strategi utama dengan memanfaatkan akomodasi yang ada dan kunjungan masyarakat ke pura.
- Seni budaya dan tradisi masyarakat setempat diperkuat sebagai bagian integral dari pengalaman wisatawan di desa wisata Tajun.
RRI.CO.ID, Singaraja - Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, memiliki beragam potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik desa wisata, sejumlah produk unggulan masyarakat seperti urutan babi, arak dan tuak, serta hasil pertanian berupa durian, alpukat dan manggis. Potensi tersebut diperkuat dengan seni budaya dan tradisi masyarakat yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.
Pengembangan wisata di Tajun juga mencakup wisata agro dan spiritual. Wisata agro mulai dipadukan dengan akomodasi yang ada, sementara kunjungan masyarakat ke sejumlah pura menjadi salah satu potensi wisata spiritual yang terus dikembangkan.
Perbekel Desa Tajun, I Gede Agustawan, mengatakan, potensi lokal yang dimiliki cukup beragam untuk mendukung pengembangan pariwisata. Selain produk unggulan dan hasil pertanian, Desa Tajun juga memiliki berbagai seni budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Produk-produk unggulan kita seperti urutan babi lokal, terus arak, juga tuak. Ada beberapa buah, buah durian, alpukat, manggis di sini yang bisa mendukung untuk kegiatan pariwisata,” ujarnya usai acara talkshow di Wantilan Kantor Kepala Desa Tajun, Senin, 31 Agustus 2026.

Pengembangan wisata lebih diarahkan pada kualitas dibandingkan jumlah kunjungan. Keunikan budaya, masyarakat dan alam yang masih alami dinilai menjadi kekuatan utama Desa Tajun dalam mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan.
Bendesa Adat Tajun, I Made Sumarka, mengatakan, potensi budaya dan spiritual juga menjadi daya tarik Desa Tajun. Salah satunya Upacara Nyeb yang merupakan upacara sakral masyarakat Desa Tajun, serta Pura Pucak Pusering Sinunggal yang banyak dikunjungi masyarakat dari luar desa untuk melakukan persembahyangan.
“Satu upacara yang sakral, yang sangat disucikan di Desa Tajun adalah upacara yang bernama Upacara Nyeb,” katanya.
Masyarakat setempat juga menyediakan kebutuhan bagi pengunjung, termasuk busana untuk persembahyangan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga. Pengembangan wisata diharapkan tetap berjalan dengan menjaga adat, budaya dan kehidupan masyarakat Desa Tajun.
“Kami di Pura Pucak khususnya di Nataran Idana telah menyediakan busana-busana, kemudian tenaga-tenaga sebagai pengais rezeki bagi warga masyarakat yang datang dari luar desa,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....