KNPI Buleleng Soroti Masa Depan Singaraja Sebagai Kota Pendidikan

  • 30 Agt 2026 10:41 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buleleng menggelar Dialog Pendidikan bertajuk “Merawat Eksistensi Buleleng dalam Citra Kota Pendidikan”, Minggu 30 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat IV Kantor Bupati Buleleng tersebut diikuti perwakilan mahasiswa hingga organisasi kepemudaan di Kabupaten Buleleng.

Dialog tersebut membahas masa depan Singaraja sebagai kota pendidikan, termasuk upaya memperkuat kualitas pendidikan agar predikat yang telah melekat secara historis tersebut tidak sebatas citra. Penguatan ekosistem pendidikan dinilai membutuhkan keterlibatan pemerintah, akademisi, masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan media.

Ketua DPD KNPI Buleleng I Putu Gede Parma mengatakan, Buleleng memiliki modal kuat sebagai daerah pendidikan, baik dari sisi sejarah maupun keberadaan sekolah dan perguruan tinggi. Namun, kondisi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan fasilitas pendidikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Tidak cukup hanya dengan berbangga saja. PR kita masih banyak sebagai kota pendidikan. Kita harus terus memperkuat esensi kita sebagai kota pendidikan,” ujarnya.

Parma menilai predikat kota pendidikan juga perlu didukung lingkungan yang ramah bagi pelajar dan mahasiswa. Hal tersebut mencakup ketersediaan fasilitas belajar, akses terhadap bahan bacaan, biaya hidup yang terjangkau, serta ruang yang mendukung aktivitas akademik dan pengembangan kreativitas generasi muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, predikat kota pendidikan harus dibuktikan melalui kualitas pendidikan yang dirasakan masyarakat. Anak-anak Buleleng, menurutnya, perlu mendapatkan akses belajar yang layak, didukung tenaga pendidik berkualitas dan pendidikan karakter.

“Kuncinya adalah bagaimana membangun sumber daya manusia, khususnya sumber daya manusia Buleleng yang unggul dan berdaya saing. Ini tidak bisa kita hanya wacanakan saja, tetapi kita harus action,” katanya.

Pihaknya menambahkan, pembangunan kualitas pendidikan membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat eksistensi Buleleng sebagai kota pendidikan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....