Hari Kelima Bulfest 2026, Seni dan Nostalgia Satukan Masyarakat
- 23 Agt 2026 09:29 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Semarak Buleleng Festival atau Bulfest 2026 terus memuncak memasuki hari kelima penyelenggaraan. Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, dipadati masyarakat yang datang menikmati beragam sajian seni, musik, pertunjukan budaya, hingga hiburan bernuansa nostalgia, Sabtu 22 Agustus 2026 malam. Antusiasme pengunjung terlihat di berbagai zona pertunjukan yang disiapkan panitia.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna turut hadir menikmati rangkaian pertunjukan bersama masyarakat. Keduanya didampingi Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra dan Sekretaris TP PKK Buleleng Ny. Hermawati Supriatna. Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menambah suasana hangat ketika mereka berbaur dengan ribuan pengunjung yang memadati kawasan festival.
Panggung utama di Zona A menyajikan berbagai pertunjukan yang menggabungkan musik dan seni pertunjukan. Musisi Zefanya, grup band Batas Senja, serta band Dialog Dini Hari tampil menghibur masyarakat dengan beragam karya musik. Sementara pertunjukan Fragmentari bertajuk "Kesatria Mandau Bhuarbuaran", Teater Mahima, dan Lemah Tulis turut memperkaya sajian seni pada malam kelima Bulfest.
Kemeriahan juga berlangsung di Zona B yang berada di kawasan Kantor DPRD Kabupaten Buleleng. Sejumlah musisi dan kelompok musik, di antaranya Band D'Vacto, Sidejob feat. Igor Rad, Niwank, OM DR, dan DJ KDEV, tampil menghibur pengunjung. Sajian tersebut menghadirkan pilihan hiburan yang beragam bagi masyarakat dengan selera musik yang berbeda.
Di Zona C kawasan Sasana Budaya, Bulfest menghadirkan pertunjukan wayang bertajuk "Lokika" oleh Komunitas Pedalangan Sembroli Buleleng. Pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati seni tradisi di tengah perkembangan berbagai bentuk hiburan modern. Kehadiran pagelaran wayang sekaligus memperkuat upaya memberikan ruang bagi pelestarian dan ekspresi seni budaya lokal dalam festival tahunan tersebut.
Nuansa nostalgia turut dihadirkan melalui layar tancap yang digelar di depan Kantor Bappenda Buleleng. Pengunjung dapat menyaksikan sejumlah film lama, di antaranya Latika, Catatan Si Boy tahun 1987, dan Gejolak Kawula Muda. Pemutaran film yang diiringi sajian musik lawas tersebut mengajak masyarakat kembali mengenang suasana hiburan masa lalu.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menjadikan Bulfest sebagai ruang untuk berkumpul, berekspresi, dan menikmati keberagaman seni dan budaya. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun selama penyelenggaraan festival perlu terus dijaga sebagai modal untuk membangun Buleleng. Ia berharap semangat gotong royong masyarakat dapat terus tumbuh dalam berbagai kegiatan pembangunan daerah.
"Mari kita jaga semangat kebersamaan ini. Dengan gotong royong, saya yakin Buleleng akan semakin maju dan semakin dikenal," ujar Bupati Sutjidra.
Rangkaian pertunjukan pada malam kelima kembali menunjukkan Bulfest sebagai ruang pertemuan berbagai bentuk kreativitas masyarakat. Seni musik, teater, wayang, hingga film lawas hadir secara bersamaan dan memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Keragaman sajian tersebut membuat masyarakat dapat memilih hiburan sesuai minatnya tanpa meninggalkan unsur budaya yang menjadi bagian dari identitas Buleleng.
Malam kelima Bulfest 2026 akhirnya ditutup dengan tepuk tangan dan antusiasme masyarakat yang masih memenuhi kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja. Festival ini tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga mempertemukan masyarakat melalui ruang bersama yang dipenuhi seni dan kreativitas. Memasuki rangkaian akhir penyelenggaraan, Bulfest 2026 diharapkan terus menjadi wadah bagi masyarakat dan pelaku seni untuk memperkenalkan potensi budaya Buleleng kepada khalayak yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....