Bulfest 2026 Resmi Ditutup, Polisi Sebut Kondusif dan Nihil Kasus Pencurian
- 24 Agt 2026 10:10 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Buleleng Festival 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama enam hari dengan situasi keamanan yang dinilai kondusif. Kepolisian Resor (Polres) Buleleng memastikan tidak terdapat laporan pencopetan maupun kehilangan kendaraan bermotor selama pelaksanaan festival.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan pengamanan dilakukan secara penuh sejak hari pertama hingga hari terakhir. Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah titik kegiatan, akses masuk, hingga area stan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Secara umum situasinya sangat kondusif dan sangat aman. Sampai hari ini, sampai sekarang tidak terdapat laporan adanya copet, adanya kehilangan kendaraan bermotor dan sebagainya,” ujar Ruzi Gusman, Senin 24 Agustus 2026 pagi.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan Buleleng Festival 2026 tidak terlepas dari sinergi antara kepolisian dengan sejumlah unsur terkait. Pengamanan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja, Perlindungan Masyarakat (Linmas), pecalang, serta masyarakat desa adat, termasuk dalam menjaga kawasan parkir.
Pihaknya mengatakan pola pengamanan secara terpadu tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan serupa ke depan. Sinergi antarunsur dinilai penting untuk memastikan kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman.
“Sinergi-sinergi ini tentunya sangat baik dan perlu diapresiasi dan kita jaga. Nanti ke depannya kalau ada kegiatan hal yang sama kita akan gandeng begini lagi,” katanya.
Selain mengantisipasi tindak pencurian, kepolisian juga melakukan langkah pencegahan terhadap potensi keributan, terutama saat pertunjukan musik yang menarik banyak pengunjung. Petugas melakukan pemisahan secara cepat terhadap pihak yang berpotensi terlibat perselisihan untuk mencegah situasi berkembang menjadi gangguan keamanan.
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Pihak yang diamankan diberikan pemahaman agar tidak terjadi persoalan yang lebih besar dan tetap dapat menikmati kegiatan dengan aman.
“Upaya-upaya itu kan kita lakukan terus dengan pendekatan yang humanis,” ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap pengalaman pengamanan Buleleng Festival 2026 dapat menjadi evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengamanan pada kegiatan masyarakat berikutnya. Menurutnya, kondisi yang aman memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pelaku UMKM, panitia, hingga para pengunjung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....