629 Pemilih Pemula SMAN 2 Banjar Diedukasi KPU, Demokrasi Dimulai dari Sekolah
- 22 Agt 2026 13:07 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng mengedukasi sebanyak 629 calon pemilih pemula di SMA Negeri 2 Banjar, Sabtu 22 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan demokrasi sekaligus persiapan pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS dengan konsep miniatur pemilu.
Sosialisasi berlangsung di Lapangan SMAN 2 Banjar sejak pukul 07.00 hingga 08.15 WITA. Ratusan siswa mengikuti materi tentang pentingnya partisipasi politik, hak memilih, hingga cara menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata, menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi. Karena itu, siswa didorong memahami proses demokrasi sejak dini, termasuk mampu menyaring informasi sebelum menentukan pilihan.
“Pemilih pemula harus menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar sebelum menentukan pilihan,” ujarnya.
Tak hanya memberikan materi di lapangan, KPU Buleleng juga berdiskusi bersama panitia pemilihan Ketua OSIS. Diskusi tersebut membahas penerapan tahapan pemilu nasional ke dalam proses pemilihan OSIS agar menjadi media pembelajaran yang nyata bagi siswa.
Kepala SMAN 2 Banjar, Made Mahendra Eka Purusa, mengatakan sekolah berkomitmen mengimplementasikan miniatur pemilu sebagai bagian dari pembelajaran kokurikuler. Seluruh proses, mulai pencalonan, kampanye, pemungutan suara hingga penetapan hasil, dirancang menyerupai mekanisme pemilu di Indonesia.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana proses pemilu dijalankan secara tertib dan bertanggung jawab,” katanya.
Untuk menyempurnakan pelaksanaannya, SMAN 2 Banjar berencana melakukan studi tiru ke SMA Negeri 2 Tejakula yang telah lebih dulu menerapkan pemilu raya di lingkungan sekolah. Langkah itu diharapkan menjadi referensi dalam menyusun sistem pemilihan OSIS yang lebih terstruktur.
KPU Buleleng menilai kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi strategi efektif membentuk karakter pemilih muda yang aktif dan berintegritas. Melalui pengalaman langsung di sekolah, generasi muda diharapkan lebih siap berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi saat memasuki usia pemilih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....