Lapas Singaraja Overkapasitas, 403 Warga Binaan Tempati Hunian
- 22 Agt 2026 12:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja mengalami kondisi kelebihan kapasitas. Lapas yang dirancang menampung sekitar 120 orang kini dihuni 403 warga binaan, atau lebih dari tiga kali kapasitas yang tersedia.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Singaraja, Iskandar Djamil, mengatakan kondisi overkapasitas tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembinaan dan pelayanan terhadap warga binaan. Meski demikian, seluruh warga binaan tetap diberikan hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti berbagai program pembinaan.
“Seluruh warga binaan mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti berbagai program pembinaan,” ujarnya, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut Iskandar, berbagai kegiatan pembinaan terus dijalankan untuk memberikan keterampilan dan bekal kepada warga binaan. Program tersebut meliputi usaha pencucian motor, pangkas rambut, perkebunan kangkung, peternakan lele, tata boga hingga pembuatan dupa.
Salah satu produk unggulan hasil pembinaan adalah dupa yang telah memiliki perlindungan Hak Kekayaan Intelektual atau HKI. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengaku prihatin dengan kondisi hunian Lapas Singaraja yang telah jauh melampaui kapasitas. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi semakin padat apabila tahanan yang masih berada di rumah tahanan kepolisian nantinya dipindahkan ke Lapas Singaraja.
“Kalau kita melihat sekarang sangat prihatin. Dengan kapasitas 120, tetapi sekarang terisi 403. Kalau itu dilimpahkan semua, sudah barang tentu lebih crowded lagi di sini,” katanya.
Bupati Sutjidra mengatakan pembahasan solusi atas persoalan overkapasitas akan diintegrasikan bersama Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali disebut telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait mengenai kemungkinan pengembangan fasilitas pemasyarakatan.
Menurutnya, terdapat dua alternatif lokasi yang masih dalam tahap pembahasan untuk pengembangan fasilitas tersebut. Salah satu alternatif berada di kawasan perbatasan wilayah Buleleng dan Bangli, namun lokasi pastinya masih akan didiskusikan lebih lanjut.
Ia berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi atas persoalan overkapasitas tersebut. Selain untuk memperbaiki kondisi hunian, langkah itu juga penting agar pelayanan dan program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....