DPRD Banyuwangi Studi Tiru Penanggulangan TBC di Buleleng
- 20 Sep 2026 14:49 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja Pimpinan DPRD Kabupaten Banyuwangi untuk melakukan studi tiru strategi penanggulangan Tuberkulosis (TBC). Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Buleleng, Kamis 17 September 2026, membahas upaya percepatan penemuan kasus, pengobatan, serta pencegahan penularan TBC.
Kunjungan dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara dan diterima Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja, bersama pengelola program TBC dan Plt. Kasubag Umum. Dalam pertemuan tersebut, Dinkes Buleleng memaparkan sejumlah strategi yang diterapkan untuk memperkuat pengendalian TBC di daerah.
Plt. Sekdis Kesehatan Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja, menjelaskan terdapat empat pilar strategis yang menjadi bagian dari upaya penanggulangan TBC. Pilar tersebut meliputi penguatan regulasi dan kelembagaan, inovasi POBIA MANTAN, perluasan skrining aktif berbasis populasi berisiko, serta pemberdayaan desa dan penguatan kemitraan.
Dari sisi regulasi, Pemkab Buleleng telah menerbitkan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 38 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC Tahun 2025-2030. Implementasinya diperkuat dengan pembentukan KOPI TBC, Tim PPM atau Public Private Mix, serta TP2TBC tingkat kabupaten.
“Ini sebagai momentum berbagi praktik baik (best practices) kepada semua pihak, sehingga bisa menurukan kasus TBC,” ujar dr. Dewa Putu Merta Suteja.
Strategi lainnya dilakukan melalui inovasi POBIA MANTAN yang merupakan singkatan dari Penjaringan, Obati, Bersama Penyintas, Inisiasi HIV, dan Anak Kontak. Program ini melibatkan penyintas TBC sebagai kader pendamping pasien sekaligus edukator masyarakat.
Sementara itu, skrining aktif diperluas dengan menyasar populasi berisiko, di antaranya warga binaan di lapas, penghuni panti asuhan, masyarakat di pelabuhan, serta sasaran posyandu. Skrining juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Upaya tersebut dilengkapi pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC serta kemitraan dengan ADINKES, SSR PPTI Cabang Buleleng, dan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta.
Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengapresiasi strategi dan inovasi yang diterapkan Kabupaten Buleleng dalam penanggulangan TBC. “Inovasi di Kabupaten Buleleng ini sangat komprehensif dan tentunya dapat direplikasi di Banyuwangi,” ucapnya.
Melalui studi tiru tersebut, pihaknya berharap dapat memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik dalam mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta mendukung target eliminasi TBC tahun 2030.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....