Undiksha Perkuat Kompetensi Guru lewat Mobile-Assisted Language Learning

  • 21 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Transformasi pembelajaran di era digital tidak lagi sekadar menghadirkan teknologi di ruang kelas, tetapi menuntut guru mampu menggunakannya secara tepat untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Tantangan itulah yang dijawab Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui pelatihan Mobile-Assisted Language Learning (MALL) di SD Negeri 4 Kayuputih Melaka, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Program yang berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026 itu menjadi langkah awal memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Sebanyak 12 guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua Tim Pengabdian Undiksha, Prof. Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd., mengatakan perkembangan teknologi membuka peluang besar menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Namun, menurutnya, keberhasilan penggunaan teknologi tetap bergantung pada kemampuan guru merancang proses belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

"Teknologi hanyalah sarana. Faktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran tetap berada pada guru. Melalui program ini kami ingin memperkuat pedagogical intuition guru sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara tepat, kreatif, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar," ujarnya pada kamis, 20 Agustus 2026.

Usai sosialisasi program, peserta mengikuti pelatihan mengenai Pedagogical Intuition dan Digital Sustainability Awareness yang dipandu anggota tim pengabdian, Dr. I Wayan Swandana, S.S., M.Hum. Materi tersebut membekali guru agar mampu mengambil keputusan pembelajaran secara cepat, tepat, dan kontekstual berdasarkan pengalaman mengajar serta karakteristik siswa.

Selain itu, guru juga diperkenalkan pada konsep pemanfaatan teknologi digital yang aman, etis, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi juga membentuk budaya literasi digital yang bertanggung jawab di lingkungan sekolah.

Dr. I Wayan Swandana menegaskan penguasaan kosakata atau vocabulary capacity merupakan fondasi penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Karena itu, pemanfaatan MALL dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik tanpa mengabaikan kualitas pedagogis.

"MALL memberikan peluang bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar kosakata yang lebih interaktif dan menyenangkan. Namun, keberhasilan implementasinya tetap memerlukan kemampuan pedagogis guru serta kesadaran dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana sehingga pembelajaran benar-benar memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa," katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian program, tim pengabdian juga melaksanakan needs assessment untuk memetakan kesiapan guru, kompetensi digital, kondisi sarana prasarana, hingga tantangan yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran berbasis teknologi. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan modul, strategi pendampingan, sekaligus alat ukur efektivitas program pada tahap berikutnya.

Kepala SD Negeri 4 Kayuputih Melaka, I Putu Ariantara, M.Pd., menyambut positif kolaborasi dengan Undiksha. Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi perubahan metode pembelajaran di era digital.

"Kami mengapresiasi kehadiran Tim Pengabdian Undiksha yang telah menghadirkan program yang sangat sesuai dengan kebutuhan guru saat ini. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut melalui pendampingan yang berkesinambungan sehingga implementasi Mobile-Assisted Language Learning benar-benar dapat diterapkan secara optimal di sekolah dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran," ucapnya.

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha sebagai tim pendamping, sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Melalui pendampingan berkelanjutan, Undiksha menargetkan lahirnya model pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu meningkatkan kompetensi guru serta kemampuan kosakata siswa di sekolah dasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....