Lukisan Kaca Nagasepaha Tak Sekadar Wayang, Undiksha Kembangkan Produk Baru
- 20 Agt 2026 20:03 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Seni lukisan kaca Nagasepaha mulai dikembangkan ke bentuk produk yang lebih beragam agar tidak bergantung pada satu jenis karya. Melalui Program Pusaka Tahun ke-2, perajin didampingi untuk mengolah keterampilan lukisan kaca menjadi produk yang memiliki fungsi, nilai estetika, sekaligus peluang pasar yang lebih luas.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui Workshop Desain dan Pengembangan Produk Diversifikasi Lukisan Kaca bagi dua mitra di Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat usaha seni lukisan kaca tanpa menghilangkan karakter budaya yang selama ini melekat pada karya perajin Nagasepaha.
Dalam workshop, para perajin tidak hanya diarahkan membuat variasi motif, tetapi juga mengeksplorasi bentuk dan fungsi baru. Sejumlah produk yang tengah dikembangkan antara lain tekep saab, toples kaca hias, lamak, dan gantungan kunci, yang prosesnya dilakukan mulai dari perancangan desain, eksplorasi motif, pembuatan purwarupa hingga penyempurnaan.
| Baca juga: Seni Pedalangan Media Edukasi Moral |
Dr. Drs. I Ketut Supir, M.Hum., salah satu pendamping kegiatan, mengatakan diversifikasi diperlukan agar lukisan kaca dapat menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih beragam. Menurutnya, pengembangan produk tetap harus mempertahankan karakter seni lukisan kaca Nagasepaha sehingga inovasi tidak membuat identitas karya tersebut hilang.
“Diversifikasi ini bukan berarti meninggalkan karakter lukisan kaca Nagasepaha. Justru karakter tersebut menjadi dasar untuk dikembangkan ke berbagai bentuk produk yang lebih fungsional dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Hal senada disampaikan Dr. I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si. Ia menjelaskan proses pengembangan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan desain, komposisi motif, fungsi, serta kualitas hasil akhir agar produk yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai jual.
“Kami mencoba membuka kemungkinan baru dari lukisan kaca Nagasepaha, baik dari sisi bentuk maupun pemanfaatannya. Produk seperti tekep saab, toples, lamak, dan gantungan kunci merupakan contoh awal yang masih terus disempurnakan bersama para mitra,” katanya.
Workshop tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung dalam proses eksplorasi dan pengembangan karya bersama perajin, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan antara akademisi, mahasiswa dan pelaku seni.
Pengembangan produk tidak berhenti pada pembuatan desain. Setiap purwarupa masih melalui proses evaluasi dan penyempurnaan untuk melihat kesesuaian bentuk, fungsi, estetika dan karakter lukisan kaca. Pendekatan tersebut diharapkan membuat mitra tidak hanya menerima produk jadi, tetapi memiliki kemampuan mengembangkan desain secara mandiri.
Bagi seni lukisan kaca Nagasepaha, diversifikasi menjadi salah satu cara untuk memperluas ruang hidup karya tradisional di tengah perubahan kebutuhan pasar. Produk baru yang tetap membawa karakter lokal diharapkan dapat menambah nilai ekonomi sekaligus menjaga keberadaan seni lukisan kaca sebagai salah satu produk unggulan Desa Nagasepaha.
Program Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan dengan ruang lingkup Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026, dengan nomor kontrak induk 182/C3/DT.05.00/PM/2026 dan nomor kontrak turunan 314/UN48.16/PM.01.01/2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....