Koster Apresiasi Semangat Anak Muda Buleleng Lestarikan Budaya Bali
- 20 Agt 2026 10:05 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi semangat anak-anak muda Buleleng dalam menampilkan dan melestarikan kebudayaan Bali. Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka Buleleng Festival 2026 pada Selasa, 18 Agustus 2026. Menurut Koster, keterlibatan generasi muda dalam seni dan budaya menjadi tanda kuat bahwa proses regenerasi kebudayaan di Bali terus berjalan.
Koster mengaku senang melihat berbagai penampilan seni yang dibawakan anak-anak muda Buleleng pada pembukaan Buleleng Festival 2026. Ia menilai kreativitas dan semangat generasi muda dalam berkesenian menunjukkan adanya potensi besar yang perlu terus dikembangkan. Pemerintah juga dinilai perlu memberikan ruang dan dukungan agar bakat tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Menurut Koster, regenerasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali. Ketika anak-anak muda secara langsung terlibat dalam kegiatan seni, tradisi dan nilai kebudayaan akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, keberadaan sanggar seni dan komunitas budaya di daerah perlu mendapat perhatian dan pembinaan.
Koster juga meminta Pemerintah Kabupaten Buleleng segera mengajukan kebutuhan pembinaan sanggar dan komunitas seni yang ada di Buleleng. Dukungan anggaran tersebut akan diupayakan melalui perubahan anggaran sebagai bagian dari penguatan pembinaan kebudayaan. Langkah ini diharapkan dapat membantu anak-anak muda Buleleng mempertahankan sekaligus mengembangkan kreativitas mereka di bidang seni.
"Nanti di perubahan ini akan titiang bantu dengan anggaran pembinaan. Tolong segera ajukan Pak Bupati ini semuanya. Ini luar biasa. Kalau kita sudah melihat anak-anak muda kita begini semangatnya berseni, berseni budaya, terjadi regenerasi secara langsung. Otomatis anak-anak muda kita menggeluti ini," ujarnya.
Ia menilai semangat generasi muda Buleleng dalam berkesenian menjadi gambaran bahwa budaya Bali masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Keterlibatan anak muda tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam seni pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari proses menjaga identitas budaya Bali. Kondisi tersebut menurutnya perlu dipertahankan dengan pembinaan yang konsisten.
Koster kemudian mengutip pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, mengenai pentingnya kebudayaan dalam kehidupan bangsa. Ia menegaskan budaya tidak akan pernah mati selama masyarakat terus menjaga dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. "Maka betul kata Bung Karno, budaya tidak akan pernah mati. Karena budaya adalah jiwa kehidupan kita. Budaya adalah nafas kehidupan masyarakat Bali. Harus kita jaga dengan konsisten dan serius sepanjang masa," katanya.
Koster berharap semangat berkesenian yang ditunjukkan anak-anak muda Buleleng tidak berhenti pada pelaksanaan festival. Regenerasi seni harus terus berlangsung melalui sanggar, komunitas, sekolah, maupun ruang-ruang kebudayaan yang tersedia di masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi generasi muda, keberlangsungan kebudayaan Bali diharapkan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Buleleng Festival 2026 pun menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Buleleng. Festival tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga menjadi momentum mempertemukan generasi muda dengan berbagai bentuk tradisi dan ekspresi budaya Bali. Semangat tersebut diharapkan terus berkembang sehingga kebudayaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....