Hari Jadi ke-68 Bali, Buleleng Teguhkan Ketulusan Bangun Era Baru

  • 14 Agt 2026 12:38 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pembangunan sekaligus menjaga akar budaya Bali. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara yang digelar di Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat 14 Agustus 2026, dengan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, BUMD, serta perwakilan siswa SMA. Dalam kesempatan tersebut, Sutjidra membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali I Wayan Koster yang menempatkan peringatan hari jadi sebagai ruang untuk melihat kembali perjalanan Bali sekaligus memperkuat langkah menuju Bali Era Baru.

Tahun ini, Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang dimaknai sebagai ketulusan dan keikhlasan demi kejayaan Bali. Tema tersebut menjadi pesan agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga dilandasi integritas, kebersamaan dan kepentingan umum. “Tema ini mengandung pesan luhur bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, serta semangat gotong royong demi nindihin Bali,” ujarnya.

Peringatan tahun ini juga berkaitan dengan perjalanan Bali setelah mendapatkan penguatan dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Regulasi tersebut memberikan pengakuan terhadap keberadaan desa adat, subak dan kebudayaan lokal sebagai bagian penting dalam pembangunan Bali.

Arah pembangunan kemudian diperkuat melalui Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun, untuk periode 2025–2125, yang berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Lima tahun pertama pada 2025–2030 dipandang sebagai tahap penting karena menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan Bali dalam jangka panjang, sehingga pelaksanaannya membutuhkan konsistensi seluruh komponen masyarakat.

Agenda pembangunan tersebut mencakup enam bidang prioritas, yakni adat, agama, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal; kesehatan, pendidikan, olahraga dan jaminan sosial; transformasi perekonomian melalui Ekonomi Kerti Bali; pembangunan infrastruktur terintegrasi; lingkungan, kehutanan dan energi; serta pengembangan Bali sebagai pulau digital dan penguatan keamanan. Seluruh agenda itu diarahkan melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan pendekatan “Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola”.

Di akhir amanat, Sutjidra mengajak masyarakat Buleleng, terutama generasi muda, menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam menjalankan agenda pembangunan tersebut. Menurutnya, ketulusan dalam bekerja dan konsistensi menjaga identitas Bali menjadi bagian penting untuk membangun daerah yang unggul, berdaya saing sekaligus tetap berakar pada budaya dan lingkungan.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Buleleng pun tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi pengingat tentang tanggung jawab bersama menjaga arah pembangunan Bali. Dengan fondasi budaya, hukum dan perencanaan jangka panjang yang telah disiapkan, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mengambil peran untuk memastikan Bali Era Baru tetap berjalan dengan nilai, keberlanjutan dan kepentingan masyarakat sebagai pijakan utama, ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....