Polres Buleleng Tanam Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan Nasional

  • 19 Agt 2026 21:05 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor masih sangat tinggi. Kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun belum sebanding dengan produksi dalam negeri yang hanya berkisar 34 ribu hingga 40 ribu ton.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam gerakan penanaman bawang putih serentak yang digelar di 17 provinsi. Di Kabupaten Buleleng, Polres Buleleng mengambil bagian dengan mengembangkan lahan sekitar 25 are di Subak Paitan, Banjar Dinas Sangborni, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Rabu 19 Agustus 2026.

Penanaman ini menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan produksi bawang putih dalam negeri. Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, S.I.K., M.Si., M.T., M.Sc., mengatakan keterlibatan Polres Buleleng difokuskan pada pengembangan komoditas bawang putih di tingkat daerah.

“Kita mendukung swasembada pangan, khususnya untuk komoditas bawang putih,” ujar AKBP Ruzi Gusman.

Lahan yang digunakan merupakan milik Made Sukrawan dengan luas kurang lebih 25 are. Pada tahap awal, lahan tersebut ditanami sekitar 200 kilogram bibit bawang putih varietas Lumbu Hijau dengan pupuk dasar NPK Mutiara.

Dengan pola budidaya tersebut, bawang putih diperkirakan dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan. Dari lahan seluas 25 are, hasil produksi diproyeksikan mencapai 2 hingga 3 ton apabila pertumbuhan tanaman sesuai dengan target.

Namun, pengembangan tersebut belum akan berhenti pada lahan yang ada saat ini. Polres Buleleng masih mencari lokasi lain yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Buleleng.

“Untuk tahap awal luasnya 25 are dan kami masih mencari lahan lain untuk dikembangkan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemkab,” jelasnya.

Gerakan penanaman di Buleleng dilaksanakan bersamaan dengan agenda nasional penanaman bawang putih di 17 provinsi secara virtual. Kegiatan nasional dipusatkan di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dan dirangkaikan dengan panen raya bawang putih serta ground breaking pembangunan gudang ketahanan pangan Polri.

Dalam agenda tersebut, kebutuhan bawang putih nasional disebut mencapai sekitar 600.000 ton setiap tahun. Sementara itu, produksi dalam negeri baru berada pada kisaran 34.000 hingga 40.000 ton per tahun sehingga ketergantungan terhadap impor masih mencapai sekitar 90 hingga 95 persen.

Kesenjangan produksi dan kebutuhan itu menunjukkan masih besarnya pekerjaan untuk mencapai swasembada bawang putih. Penambahan luas tanam dan peningkatan produktivitas menjadi salah satu langkah yang didorong melalui gerakan penanaman serentak tersebut.

Di Buleleng, penanaman dilakukan secara simbolis oleh Kapolres bersama jajaran dan sejumlah undangan. Kegiatan tersebut melibatkan Subak Paitan, pemilik lahan, masyarakat serta pemerintah daerah sebagai bentuk kerja sama dalam pengembangan sektor pertanian.

Selain mengejar ketersediaan komoditas, pengembangan bawang putih juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan masyarakat. Polres Buleleng menargetkan kerja sama yang dibangun dapat berkembang sehingga lahan penanaman tidak hanya terpusat di satu lokasi.

“Harapannya stok bawang putih selalu tersedia, bisa memenuhi kebutuhan bawang putih di Buleleng dan tentunya dapat meningkatkan perekonomian,” ungkapnya.

Pengembangan lahan bawang putih di Pakisan menjadi langkah awal Polres Buleleng dalam mendukung program swasembada pangan dari tingkat lokal. Jika pola kerja sama dan budidaya tersebut dapat diperluas ke lahan potensial lainnya, kontribusi Buleleng terhadap peningkatan produksi bawang putih dalam negeri diharapkan semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....