Dandim 1609/Buleleng Bekali 70 Mahasiswa STIKes tentang Bela Negara
- 14 Agt 2026 20:02 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Memasuki lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa baru tidak hanya dituntut beradaptasi dengan sistem akademik, tetapi juga memahami perannya sebagai bagian dari generasi penerus bangsa. Nilai kebangsaan, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, S.Pd., M.I.P., saat memberikan materi bertajuk Kehidupan Berbangsa, Bernegara dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara kepada 70 mahasiswa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) STIKes Buleleng Tahun Akademik 2026/2027, Jumat 14 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung di Kampus I STIKes Buleleng Convention Center (SBCC), Jalan Raya Air Sanih KM 11, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng. Materi diberikan mulai pukul 14.00 hingga 15.05 Wita dan turut dihadiri Ketua STIKes Buleleng Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si., M.Kes., Ketua Yayasan Ivan, serta para mahasiswa peserta PKKMB.
Dandim Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, S.Pd., M.I.P. menekankan bahwa bela negara bukan hanya berkaitan dengan tugas pertahanan, tetapi merupakan tanggung jawab setiap warga negara yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap disiplin, bertanggung jawab, mencintai tanah air, menjaga persatuan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan menjadi bentuk nyata kesadaran bela negara.
"Kesadaran bela negara merupakan bagian dari tanggung jawab seluruh warga negara. Bela negara dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menunjukkan sikap disiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air, menjaga persatuan, dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan," ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, generasi muda perlu memiliki wawasan kebangsaan sekaligus memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara agar dapat berkontribusi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.
"Generasi muda diharapkan mampu menjadi agen penerus bangsa dengan menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap orang dapat berkontribusi dan membela negara sesuai dengan peran serta kemampuannya," katanya.
Pemberian materi tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa baru agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kesadaran kebangsaan. Melalui pemahaman sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan nilai persatuan, tanggung jawab, dan cinta tanah air dalam kehidupan kampus maupun di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....