KPU Buleleng Bekali Paskibra dengan Literasi Demokrasi dan Pemilu

  • 08 Agt 2026 10:13 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng memberikan pendidikan demokrasi kepada 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kabupaten Buleleng, Jumat, 8 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Taman Kota Singaraja tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan. Para anggota Paskibra juga didorong untuk memahami pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan tersebut turut memperkuat sinergi antara KPU Kabupaten Buleleng dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng dalam memberikan pendidikan politik kepada generasi muda. Kepala Bidang Pengembangan Budaya Politik Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Ketut Simbayasa, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap anggota Paskibra tidak hanya menjadi teladan dalam kedisiplinan dan nasionalisme, tetapi juga mampu menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Menurut Simbayasa, generasi muda memiliki posisi strategis dalam keberlangsungan demokrasi Indonesia. Karena itu, pendidikan politik perlu diberikan sejak dini agar pemilih muda memiliki pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajibannya. "Kami mengapresiasi KPU Kabupaten Buleleng yang terus bersinergi dalam memberikan pendidikan politik kepada generasi muda. Kami berharap anggota Paskibra tidak hanya menjadi teladan dalam kedisiplinan dan nasionalisme, tetapi juga mampu menjadi agen penyebarluasan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujarnya.

Materi pendidikan demokrasi dalam kegiatan tersebut disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Materi mencakup nilai-nilai dasar demokrasi, asas dan prinsip penyelenggaraan pemilu, serta tahapan pemilu. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan proses demokrasi yang berkualitas.

Putu Arya Suarnata mengaitkan pendidikan demokrasi tersebut dengan karakter anggota Paskibra yang identik dengan kedisiplinan, kepemimpinan dan nasionalisme. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda untuk ikut menjaga kualitas demokrasi. "Anggota Paskibra memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, dan nasionalisme yang sejalan dengan semangat demokrasi yang menjunjung tinggi tanggung jawab, integritas, dan partisipasi aktif. Karena itu, mereka diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya demokrasi yang sehat serta mendorong pemilih muda menggunakan hak pilih secara cerdas, rasional, dan bertanggung jawab," katanya.

Pendidikan demokrasi juga diarahkan untuk menghadapi tantangan perkembangan informasi di era digital. Peserta diajak memahami pentingnya bersikap kritis terhadap berbagai informasi yang beredar, khususnya informasi yang berkaitan dengan politik dan pemilu. Kemampuan memilah informasi menjadi bagian penting dalam membentuk pemilih muda yang tidak mudah terpengaruh disinformasi.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dengan anggota Paskibra. Peserta antusias menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai posisi pemilih pemula dalam demokrasi, tantangan demokrasi di era digital, serta cara menangkal disinformasi dalam penyelenggaraan pemilu. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman sekaligus menghubungkan materi demokrasi dengan kehidupan sehari-hari.

KPU Kabupaten Buleleng berharap pendidikan demokrasi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama generasi muda. Kolaborasi dengan Kesbangpol juga diharapkan semakin memperluas jangkauan literasi demokrasi di Kabupaten Buleleng. Melalui pendidikan tersebut, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menjaga demokrasi Indonesia.

Keberadaan anggota Paskibra sebagai bagian dari generasi muda yang memiliki kedisiplinan dan semangat kebangsaan dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas pesan demokrasi. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjalankan tugas kenegaraan pada momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga diharapkan memiliki kesadaran sebagai warga negara yang aktif. Pendidikan demokrasi menjadi salah satu langkah untuk memastikan semangat nasionalisme tersebut berjalan seiring dengan pemahaman terhadap hak, kewajiban, dan tanggung jawab dalam kehidupan demokratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....