Hidup Berlandaskan Dharma Dimulai dari Hal Kecil

  • 15 Agt 2026 21:48 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Menjalankan Dharma dalam kehidupan sehari-hari tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Sikap jujur, menghormati orang tua, menyayangi keluarga, membantu sesama, hingga menjaga lingkungan menjadi bagian sederhana dari penerapan Dharma.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog Renungan Pagi Pro 1 RRI Singaraja bertajuk “Hidup Berlandaskan Dharma, Hidup Penuh Makna” yang menghadirkan Luh Reni Adnyani dan I Komang Ardana, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Buleleng.

Dalam kesempatan tersebut, Luh Reni Adnyani menjelaskan, Dharma dapat dimulai dari perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan Dharma juga tercermin dari ketulusan dalam menjalankan kewajiban. Setiap orang diharapkan mampu melaksanakan tanggung jawab tanpa menjadikan hasil sebagai satu-satunya ukuran.

"Contohnya seorang ibu yang mengurus keluarga dengan tulus, ayah yang bekerja dengan jujur untuk keluarganya, serta guru yang mendidik siswa dengan penuh ketulusan. Semua tindakan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan Dharma," ujarnya menjelaskan.

Luh Reni juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan yang berlandaskan Dharma. Menurutnya, ajaran Hindu mengenal konsep Ahimsa yang mengajarkan manusia untuk tidak menyakiti makhluk lainnya.

Sementara itu, I Komang Ardana menegaskan bahwa Dharma tidak cukup hanya dipahami atau diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Dharma itu adalah kewajiban, kebenaran yang kita harus lakukan dalam sehari-hari,” ucapnya.

Ia menambahkan, proses menjalankan Dharma membutuhkan ketekunan dan tidak selalu menghasilkan sesuatu secara instan. Karena itu, seseorang perlu memperbaiki proses dan tetap menjalankan kewajibannya dengan baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, I Komang Ardana mengajak umat menerapkan Tri Kaya Parisudha, yakni menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Pikiran diarahkan untuk selalu positif dan jernih, perkataan disampaikan dengan baik dan benar, sedangkan perilaku diwujudkan dalam tindakan yang baik.

Selain itu, kualitas kehidupan sangat dipengaruhi kualitas pikiran. Pikiran yang dipenuhi kebencian dan keserakahan dapat membuat kehidupan terasa berat, sementara rasa syukur dapat menghadirkan kehidupan yang lebih aman, nyaman, dan tenteram.

Dengan demikian, hidup berlandaskan Dharma bukan sekadar memahami ajaran, melainkan menjadikannya pedoman dalam berpikir, berbicara, dan bertindak. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membentuk kehidupan yang lebih harmonis, penuh tanggung jawab, dan bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....