Harga Cabai di Buleleng Naik, Komoditas Pokok Lain Masih Relatif Stabil
- 30 Jul 2026 09:23 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah di Kabupaten Buleleng mengalami kenaikan pada pemantauan Rabu 29 Juli 2026. Sementara itu, sebagian besar harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil meski beberapa komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan pemantauan harga dilakukan secara rutin di Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri untuk memastikan ketersediaan stok serta mengantisipasi gejolak harga di pasaran.
"Kenaikan harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat kondisi cuaca. Namun secara umum, harga kebutuhan pokok di Buleleng masih relatif stabil dan ketersediaan barang tetap aman," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai merah keriting naik menjadi Rp45.000 per kilogram di Pasar Anyar dan Rp46.000 per kilogram di Pasar Banyuasri. Sementara cabai rawit merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp35.000 per kilogram di Pasar Anyar dan Rp37.000 per kilogram di Pasar Banyuasri. Kenaikan tersebut dipicu menurunnya pasokan akibat faktor cuaca.
Untuk komoditas lainnya, harga beras premium masih berada di kisaran Rp16.000 per kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.800 per liter, Minyakita Rp15.700 per liter, daging ayam ras Rp37.000 per kilogram, telur ayam ras Rp25.000–26.000 per kilogram, dan bawang merah Rp35.000 per kilogram. Meski relatif stabil, beberapa komoditas tersebut masih berada di atas HET karena tingginya permintaan dan biaya produksi. Selain itu, harga beras premium juga masih dipengaruhi belum optimalnya produksi.
Dewa Made Sudiarta menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga dan berkoordinasi dengan distributor maupun pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasokan.
"Kami terus memantau perkembangan harga di pasar serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan tetap terjaga. Harapannya, fluktuasi harga dapat dikendalikan sehingga tidak membebani masyarakat," katanya.
Pihaknya memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, sekaligus memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....