Praja Mandala Singa Ambara Raja Resmi Disucikan lewat Karya Agung

  • 30 Jul 2026 08:03 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar persembahyangan bersama dalam rangka Puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mapedudusan Agung di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja serta Kantor Bupati Buleleng, Rabu 29 Juli 2026. Upacara ini menjadi penanda penyucian kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Titik Nol Kota Singaraja setelah pembangunan rampung.

Prosesi yadnya dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ratangkara Bayu Segara Gni Ananda Wijaya Nata, Ida Sri Bhagawan Rama Sogata, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Surya Adnyana, dan Ida Pandita Mpu Nabe Dwi Dharma Wijaya Nanda.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan, pelaksanaan upacara secara sekala dan niskala merupakan wujud rasa syukur atas rampungnya pembangunan kawasan sekaligus memohon keselamatan, keharmonisan, dan kerahayuan bagi masyarakat Buleleng.

"Praja Mandala Singa Ambara Raja ini milik masyarakat Buleleng, milik kita semua. Bukan milik saya ataupun milik Pak Wakil Bupati. Mari kita jaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat," ujarnya.

Bupati juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan agar tetap menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus ikon baru Kabupaten Buleleng.

Dalam kesempatan itu, Sutjidra turut menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan kembali Pelabuhan Buleleng sebagai bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Kota Singaraja. Menurutnya, pelabuhan tersebut memiliki nilai historis sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan di Bali pada masa lampau.

"Kami ingin menghidupkan kembali kawasan Pelabuhan Buleleng agar sejarah besar Singaraja dapat terus dikenang sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Buleleng," katanya.

Melalui pelaksanaan karya ini, dirinya berharap Praja Mandala Singa Ambara Raja tidak hanya menjadi ikon daerah yang memiliki nilai estetika dan sejarah, tetapi juga memiliki nilai spiritual sebagai simbol persatuan, kebanggaan, dan semangat masyarakat dalam mewujudkan Buleleng yang maju, harmonis, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....