Sutjidra Tegaskan Praja Mandala Singa Ambara Raja Milik Warga Buleleng

  • 29 Jul 2026 18:24 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Puncak rangkaian upacara yadnya di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja berlangsung khidmat, Rabu 29 Juli 2026. Momen tersebut menjadi penanda rampungnya pembangunan kawasan yang kini diproyeksikan sebagai salah satu ikon baru Kabupaten Buleleng sekaligus ruang publik yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ny. Wardhany Sutjidra hadir dalam persembahyangan bersama didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Ny. Hermawati Supriatna. Turut hadir Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), jajaran kepala perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat.

Prosesi Puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mapedudusan Agung dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ratangkara Bayu Segara Gni Ananda Wijaya Nata, Ida Sri Bhagawan Rama Sogata, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Surya Adnyana, serta Ida Pandita Mpu Nabe Dwi Dharma Wijaya Nanda. Upacara tersebut menjadi wujud sraddha bhakti dan ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan kawasan, sekaligus memohon keselamatan, kerahayuan, dan keharmonisan bagi masyarakat Buleleng.

Dalam sambutannya, Bupati I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Titik Nol Kota Singaraja dan kini bernama Praja Mandala Singa Ambara Raja merupakan aset yang dimiliki seluruh masyarakat Buleleng. Menurutnya, pelaksanaan upacara secara sekala dan niskala diharapkan dapat menjaga kelestarian kawasan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

"Praja Mandala Singa Ambara Raja ini milik masyarakat Buleleng, milik kita semua. Bukan milik saya ataupun milik Pak Wakil Bupati. Mari kita jaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sutjidra juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kawasan tersebut. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar Praja Mandala Singa Ambara Raja dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang publik sekaligus ikon baru Kabupaten Buleleng.

Selain menyoroti kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Bupati Sutjidra menyampaikan harapannya agar Pelabuhan Buleleng dapat kembali dikembangkan. Ia menilai pelabuhan tersebut memiliki nilai sejarah penting karena pernah menjadi pusat aktivitas pendidikan, perdagangan, pemerintahan, dan kebudayaan di Bali. Pengembangan kawasan pelabuhan diharapkan mampu memperkuat identitas sejarah Buleleng sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

Rangkaian karya berlangsung sesuai tata cara agama Hindu dengan dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap keberadaan Praja Mandala Singa Ambara Raja tidak hanya menjadi ikon daerah dari sisi estetika dan sejarah, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang memperkuat persatuan serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan Buleleng yang maju, harmonis, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....