Relawan PMI Sebut Anak Muda Butuh Wadah Berbagi Kepedulian Nyata
- 29 Jul 2026 09:59 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Generasi muda memiliki kepedulian sosial yang tinggi, namun belum semua mengetahui cara menyalurkannya secara efektif.
- Organisasi kemanusiaan seperti PMI berperan penting sebagai wadah untuk mengubah semangat sosial menjadi aksi nyata.
- Anak muda membutuhkan ruang belajar dan pendampingan untuk berani terjun membantu masyarakat, bukan hanya kesadaran sosial saja.
RRI.CO.ID, Singaraja - Generasi muda dinilai memiliki kepedulian sosial yang tinggi, namun belum semuanya mengetahui cara menyalurkan kepedulian tersebut. Karena itu, keberadaan organisasi kemanusiaan menjadi wadah penting agar semangat membantu sesama dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Hal tersebut disampaikan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng, Galar dan Juniartini, saat mengisi Obrolan SPADA RRI Singaraja pada Rabu, 29 Juli 2026. Menurut keduanya, anak muda tidak kekurangan rasa peduli, melainkan membutuhkan ruang belajar sekaligus pendampingan untuk berani terjun membantu masyarakat.
Galar mengatakan banyak orang masih ragu memberikan pertolongan karena merasa tidak memiliki pengetahuan maupun keterampilan yang cukup. Padahal, menurutnya, membantu tidak selalu berarti melakukan tindakan medis. Menghubungi ambulans, mengarahkan petugas menuju lokasi, hingga membantu mengamankan area kejadian sudah menjadi bentuk kontribusi yang sangat berarti.
"Saya yakin anak muda sekarang sebenarnya punya rasa peduli yang tinggi. Mereka hanya butuh wadah dan pembimbing supaya tahu bagaimana cara membantu dengan benar," ujar Galar.
Ia menambahkan, organisasi seperti PMI, PMR, Pramuka maupun komunitas sosial lainnya dapat menjadi tempat belajar sekaligus mengasah kepedulian terhadap sesama. Hal senada disampaikan Juniartini yang melihat banyak anak muda masih memilih menjadi penonton ketika terjadi musibah. Menurutnya, kondisi tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh rasa takut melakukan kesalahan daripada sikap tidak peduli.
"Banyak yang masih bingung harus berbuat apa ketika melihat kecelakaan atau bencana. Padahal hal sederhana seperti menghubungi ambulans atau meminta bantuan orang lain sudah sangat berarti bagi korban," ucap Juniartini.
Ia berharap semakin banyak anak muda mengikuti pelatihan dasar pertolongan pertama agar memiliki keberanian sekaligus bekal ketika menghadapi situasi darurat. Selain keterampilan, kedua relawan juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan. Mereka mengakui tidak mudah membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, organisasi, hingga tugas sebagai relawan.
Namun, tantangan tersebut justru menjadi proses pembelajaran untuk melatih tanggung jawab, kepemimpinan, komunikasi, dan empati. Menurut Galar, pengalaman menjadi relawan telah mengubah cara pandangnya dalam memaknai kehidupan serta mengajarkan pentingnya menghargai setiap kesempatan untuk membantu orang lain.
Melalui Obrolan SPADA, PMI Buleleng mengajak generasi muda agar tidak ragu bergabung dalam berbagai organisasi sosial maupun kemanusiaan. Selain memperoleh pengalaman dan jaringan pertemanan yang lebih luas, menjadi relawan juga memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi berbagai situasi di lapangan. Dengan semakin banyak anak muda yang terlibat dalam aksi kemanusiaan, budaya gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh sehingga masyarakat semakin siap saling membantu ketika menghadapi bencana maupun keadaan darurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....