Desa Kalibukbuk Susun Etika Wisata Lumba-Lumba Lewat Program Edukasi Desa

  • 28 Jul 2026 16:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Memperkuat tata kelola wisata lumba-lumba yang berkelanjutan terus dilakukan di kawasan Lovina. Melalui Program Lovina Dolphin Wise Village, Desa Kalibukbuk mulai membangun kesamaan pemahaman mengenai etika wisata yang mengedepankan keselamatan wisatawan, perlindungan lumba-lumba, serta keberlanjutan ekosistem laut dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Program tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi bertajuk "Lovina Dolphin Wise Village: Penguatan Etika Wisata Dolphin Berkelanjutan Berbasis Psikologi Komunitas dan Edukasi Sosial" yang digelar di Aula Kantor Desa Kalibukbuk, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan dalam skema Pemberdayaan Desa Binaan itu diikuti anggota Sekaa Teruna Teruni (STT) dan kelompok nelayan sebagai peserta utama, sekaligus menjadi langkah awal pelaksanaan program secara bertahap.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Kalibukbuk, Ketut Suka, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa wisata lumba-lumba telah menjadi salah satu sektor penting yang menopang perekonomian masyarakat sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan melibatkan seluruh unsur desa.

"Wisata lumba-lumba telah menjadi bagian penting dari kehidupan dan perekonomian masyarakat Kalibukbuk. Pengembangannya harus tetap memperhatikan keselamatan wisatawan, kelestarian lingkungan laut, dan kesejahteraan lumba-lumba agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi berikutnya," ujarnya.

Program tersebut dipimpin oleh Putu Ari Dharmayanti bersama anggota tim Ni Luh Gede Liswahyuningsih, Ni Nyoman Sri Witari, dan Septia Rahmawati. Dalam kegiatan sosialisasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata, perlindungan satwa, kualitas pelayanan, keselamatan wisatawan, koordinasi antarpelaku wisata, hingga keberlanjutan lingkungan laut.

Putu Ari Dharmayanti menjelaskan bahwa program yang dijalankan tidak hanya mengenalkan aturan dalam wisata lumba-lumba, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat agar seluruh pelaku wisata memiliki persepsi yang sama mengenai pelayanan wisata yang bertanggung jawab.

"Melalui Lovina Dolphin Wise Village, kami ingin membangun kesepahaman bahwa wisata lumba-lumba yang berkualitas bukan dinilai dari seberapa dekat kapal mendekati satwa, tetapi dari kemampuan seluruh pelaku wisata dalam memberikan pengalaman yang aman, ramah, edukatif, dan tidak mengganggu perilaku alami lumba-lumba," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kelompok nelayan didorong menerapkan etika wisata saat membawa wisatawan melakukan pengamatan lumba-lumba. Beberapa di antaranya menjaga jarak aman dari satwa, mengendalikan kecepatan kapal, tidak mengejar maupun mengepung lumba-lumba, menghindari memotong arah pergerakan satwa, serta memberikan pengarahan keselamatan kepada wisatawan sebelum keberangkatan.

Sementara itu, anggota Sekaa Teruna Teruni (STT) diharapkan mengambil peran sebagai penggerak edukasi sosial sekaligus duta pelayanan wisata di Desa Kalibukbuk. Mereka dibekali pemahaman mengenai cara menyambut wisatawan, menyampaikan etika pengamatan lumba-lumba, membangun komunikasi yang baik, membantu koordinasi kegiatan wisata, hingga menangani pertanyaan maupun keluhan wisatawan secara profesional.

Sesi diskusi juga dimanfaatkan sebagai ruang bertukar pandangan antara pemerintah desa, kelompok nelayan, STT, pelaku wisata, dan tim pelaksana. Berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari koordinasi antarpelaku wisata, keselamatan perjalanan, kualitas pelayanan, hingga kebutuhan pedoman etika wisata yang mudah dipahami dan diterapkan menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan tersebut.

Pelaksanaan Program Lovina Dolphin Wise Village memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Pendanaan tersebut tertuang dalam kontrak induk Nomor 182/C3/DT.05.00/PM/2026 tertanggal 13 April 2026 dan kontrak turunan Nomor 280/UN48.16/PM.01.01/2026 tertanggal 14 April 2026.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada DPPM atas dukungan yang diberikan, serta kepada Pemerintah Desa Kalibukbuk, kelompok nelayan, STT, pelaku wisata, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program. Melalui rangkaian kegiatan ini, Program Lovina Dolphin Wise Village diharapkan mampu memperkuat tata kelola wisata lumba-lumba yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan kualitas pelayanan wisata bahari, serta mendukung keberlanjutan potensi wisata Lovina sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....