Program Youth Empowerment Angkat Potensi Anyaman Bambu Sidatapa

  • 28 Jul 2026 16:18 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal terus diperkuat di Kabupaten Buleleng melalui implementasi Program Youth Empowerment di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar. Program yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas generasi muda dan kelompok perajin dalam mengembangkan kerajinan anyaman bambu agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih baik.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan sudah memasuki Tahun pelaksanaan yang ke-2 dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun 2026, sesuai surat kontrak turunan nomor 281/UN48.16/PM.01.01/2026. Program ini diketuai oleh Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum. dengan anggota tim I Made Aditya Dharma, Anak Agung Istri Dewi Adhi Utami, Uzlifatul Hazanah.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Kantor Perbekel Desa Sidatapa pada Selasa, 30 Juni 2026. Acara dihadiri Sekretaris Desa Sidatapa yang mewakili kepala desa, kelompok perajin anyaman bambu Lampyon Ananta Desain, serta Ketua dan anggota Karang Taruna Dharma Sesana Desa Sidatapa. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam mendukung pengembangan potensi kerajinan bambu sebagai salah satu produk unggulan desa.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Pengabdian Desa Binaan, Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum., menjelaskan bahwa program tahun kedua ini akan dilaksanakan secara bertahap melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 12 kali pertemuan mulai 30 Juni hingga 7 Agustus 2026.

"Kegiatan Pengabdian Desa Binaan ini akan dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan yang berlangsung secara bertahap mulai 30 Juni hingga 7 Agustus 2026," ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemuda Desa Sidatapa dalam memproduksi lampion berbahan anyaman bambu. Selain itu, tim pengabdian juga mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna guna mendukung efisiensi proses produksi pada kelompok perajin Lampyon Ananta Desain, sekaligus memperkuat inovasi desain dan strategi branding agar produk memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Dr. I Nyoman Sila juga memaparkan materi sosialisasi mengenai pelaksanaan Program Pengabdian Desa Binaan tahun kedua. Pemaparan tersebut mencakup berbagai persoalan yang dihadapi kelompok perajin, target luaran yang ingin dicapai, hingga strategi pengembangan usaha yang diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan industri kreatif berbasis bambu di Desa Sidatapa.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di tingkat desa. Melalui keterlibatan aktif pemuda dan kelompok perajin, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal di pasar yang lebih luas.

Tim Pengabdian Desa Binaan menyatakan program tersebut direncanakan berlanjut hingga tahun ketiga. Keberlanjutan program diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak pelatihan, memperkuat identitas budaya lokal melalui kerajinan anyaman bambu, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sidatapa. Kegiatan pembukaan ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi sebagai penanda dimulainya rangkaian pendampingan tahun kedua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....