Avirama Foundation Kembangkan Energi Bersih di Pulau Menjangan

  • 07 Sep 2026 20:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Avirama Foundation terus mengembangkan program keberlanjutan di Pulau Menjangan, kawasan Taman Nasional Bali Barat. Setelah memasang sistem energi surya pada akhir Juli 2026, yayasan tersebut juga menyiapkan edukasi dan pelatihan bagi petugas serta kelompok yang berkaitan dengan aktivitas di kawasan tersebut. Hal itu disampaikan Direktur Avirama Foundation, Gede Herry Arum Wijaya, dalam dialog bersama penyiar Wira pada program Pos Jaga Pro 2 RRI Singaraja.

Gede Herry mengatakan program di Pulau Menjangan tidak hanya berhenti pada pemasangan panel surya. Avirama Foundation juga memberikan pelatihan kepada ranger agar mampu mengoperasikan dan merawat sistem energi tersebut. Edukasi selanjutnya akan diberikan kepada tour guide dan kelompok terkait yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas di Pulau Menjangan.

Pelaksanaan pemasangan energi surya di Pulau Menjangan menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam proses mobilisasi komponen. Tim harus membawa berbagai material melalui jalur laut, termasuk beton fondasi, panel surya dan baterai dengan bobot cukup berat. Keterbatasan akses membuat proses pemindahan dan pemasangan harus dilakukan secara manual dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Program tersebut didukung melalui pendanaan setelah Avirama Foundation terpilih dalam program Youth for Climate yang disebut bekerja sama dengan UNDP Rome Center dan Kementerian Energi, Keamanan serta Lingkungan Italia. Proposal program diajukan pada 2025 dan implementasinya dilakukan pada 2026 setelah melalui tahapan pelatihan serta penguatan kapasitas. Setelah pemasangan dilakukan, tim Avirama Foundation masih melakukan monitoring secara berkala di Pulau Menjangan.

Dalam dialog Pos Jaga Pro 2 RRI Singaraja, Gede Herry juga mengungkapkan kebutuhan lain yang ditemukan setelah program energi surya berjalan. Kebutuhan tersebut adalah ketersediaan air tawar, karena Pulau Menjangan tidak memiliki sumber air tawar yang memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air dibutuhkan oleh petugas maupun satwa, termasuk rusa yang berada di kawasan tersebut.

Ke depan, Avirama Foundation membuka kemungkinan melakukan kajian terkait penyediaan air tawar di Pulau Menjangan. Salah satu gagasan yang disebutkan adalah pemanfaatan energi surya untuk menggerakkan pompa apabila sumber air dapat ditemukan atau disalurkan dari daratan. Gede Herry menegaskan, transisi energi bersih tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat serta pengelola kawasan konservasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....