Mahasiswa Undiksha Latih Guru SLB Buleleng Gunakan Papan AAC Efektif
- 28 Jul 2026 16:19 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Salah satunya diwujudkan Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Ganesha Komunika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang memberikan pelatihan penggunaan papan Augmentative and Alternative Communication (AAC) kepada guru-guru di SLB Negeri 2 Buleleng.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada 17, 18, dan 20 Juli 2026, menjadi bagian dari implementasi program Kampus Berdampak. Kegiatan tersebut didukung pendanaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dengan tujuan menghadirkan media komunikasi alternatif yang mudah diterapkan dalam proses belajar mengajar bagi peserta didik yang mengalami hambatan komunikasi verbal.
Ketua Tim PKM-PM Ganesha Komunika, Desak Made Intan Librayani, menjelaskan pelatihan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan guru dalam mendampingi peserta didik yang memiliki hambatan komunikasi. Menurutnya, papan AAC bukan hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga sarana untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi peserta didik agar mampu menyampaikan kebutuhan, pilihan, maupun pendapatnya.
"Pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan papan AAC sebagai sebuah media, tetapi juga membantu guru memahami cara memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan kebutuhan, pilihan, pendapat, dan perasaannya. Kami berharap papan AAC dapat menjadi jembatan komunikasi yang membuat peserta didik lebih aktif dan percaya diri selama mengikuti pembelajaran," ujarnya pada Selasa, 28 Juli 2026.
Selama pelatihan, para guru mendapatkan materi mengenai konsep dasar AAC, manfaat papan komunikasi dalam pembelajaran, serta pentingnya menyediakan alternatif komunikasi bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik penggunaan papan AAC dalam berbagai situasi pembelajaran sehingga guru dapat memahami cara mengintegrasikan media tersebut ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan praktik berlangsung. Guru-guru aktif berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi ketika mendampingi peserta didik dengan kebutuhan komunikasi yang beragam, sekaligus mendiskusikan penyesuaian simbol dan isi papan AAC agar sesuai dengan kemampuan serta aktivitas sehari-hari peserta didik di sekolah.
Dosen pendamping tim, I Gede Wahyu Suwela Antara, M.Pd., mengatakan kegiatan PKM-PM tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
"Semangat Kampus Berdampak harus terlihat melalui kebermanfaatan nyata dari pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan di perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan produk, tetapi hadir bersama mitra, mendengarkan kebutuhan guru, memberikan pendampingan, dan memastikan inovasi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan," ucapnya.
Ia menambahkan, efektivitas papan AAC tidak hanya bergantung pada ketersediaan media, tetapi juga pada konsistensi guru dalam menggunakannya di setiap proses pembelajaran. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai mampu memperkuat interaksi antara guru dan peserta didik sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih komunikatif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan anak. Melalui kegiatan ini, Tim Ganesha Komunika berharap pemanfaatan papan AAC dapat membantu mengurangi hambatan komunikasi, meningkatkan partisipasi peserta didik, serta memperkuat layanan pendidikan inklusif di SLB Negeri 2 Buleleng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....