Lahan Kosong di Batu Agung Terbakar, Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah

  • 22 Jul 2026 19:37 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Kebakaran melanda lahan kosong di Banjar Anyar, Desa Batu Agung, Kecamatan Jembrana, Senin malam, 20 Juli 2026. Peristiwa yang diduga dipicu api dari aktivitas pembakaran sampah itu menghanguskan sekitar dua are lahan sebelum berhasil dikendalikan petugas pemadam kebakaran.

Kasat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo AP, mengatakan laporan mengenai kebakaran diterima Mako Damkar sekitar pukul 19.00 Wita dari seorang warga, Ni Made Dwi Lidyastuti. Saat itu, saksi melihat kobaran api ketika hendak pulang ke rumah dan segera meminta bantuan petugas.

"Regu I Damkar yang sedang bersiaga langsung bergerak ke lokasi. Petugas tiba dalam waktu sekitar tiga menit dan berhasil memadamkan api kurang lebih 30 menit kemudian," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula dari pembakaran sampah yang dilakukan seorang warga bernama I Dewa Ayu Kade Cahya Pertiwi (35). Setelah membersihkan halaman rumah, yang bersangkutan membakar tumpukan sampah di samping rumah sebelum masuk ke dalam.

Api yang belum sepenuhnya padam diduga merambat ke lahan kosong di sekitar lokasi hingga menimbulkan kebakaran. Beruntung, kejadian itu cepat diketahui warga sehingga laporan dapat segera disampaikan kepada petugas Damkar.

Dalam proses pemadaman, Damkar Jembrana mengerahkan tiga unit armada. Sebanyak 5.000 liter air dari satu unit mobil tangki silver digunakan untuk menjinakkan kobaran api agar tidak meluas ke area lain.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Kasat Pol PP Jembrana mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah. Ia mengimbau warga memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi untuk mencegah kebakaran yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.

"Jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Pastikan bara maupun nyala api sudah benar-benar padam agar tidak merembet ke lahan atau bangunan di sekitarnya," ujar Eko Susilo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....