Bali Mulai Terancam Kekeringan

  • 22 Jul 2026 17:35 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui stasiun Klimatologi Bali melaporkan kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di Provinsi Bali berdasarkan pemutakhiran data per 20 Juli 2026. Secara umum, kondisi HTH di Bali berada pada kategori masih ada hujan hingga kekeringan ekstrem, dengan sejumlah wilayah tercatat mengalami periode tanpa hujan yang cukup panjang, yakni lebih dari 60 hari.

Berdasarkan pemantauan BMKG, distribusi curah hujan di wilayah Bali secara umum berada pada kisaran 0 hingga 297,5 milimeter per dasarian. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan distribusi hujan yang cukup signifikan antarwilayah di Pulau Dewata.

BMKG juga memprakirakan sejumlah wilayah masih berpeluang mengalami hujan pada periode 21 hingga 31 Juli 2026. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ubud, Blahbatuh, Tampaksiring, Gianyar, Susut, Bangli, Tembuku, Banjarangkan, Klungkung, Dawan, serta Rendang, Selat, Bebandem, Sidemen, dan Manggis.

Sementara itu, masyarakat di wilayah Bali bagian barat dan utara diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya dalam pengelolaan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat, pertanian, dan aktivitas lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan mewaspadai potensi gelombang tinggi di Selat Bali dan perairan selatan Bali, terutama bagi nelayan dan pengguna jasa transportasi laut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....