Media Sosial Perkuat Gerakan Lingkungan lewat Aksi Eco Influencer
- 07 Agt 2026 16:13 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja– Perkembangan media sosial membuka peluang baru dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Obrolan SPADA RRI Singaraja bersama anggota Green Youth Bali, Rahayu dan Putri Lestari, Jumat, 7 Agustus 2026. Keduanya menilai media sosial kini tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang kampanye yang efektif untuk menyebarkan pesan-pesan lingkungan kepada masyarakat luas. Melalui konsep eco influencer, Green Youth Bali berupaya menghadirkan konten-konten kreatif yang mampu mengajak masyarakat melakukan aksi sederhana demi menjaga kelestarian alam. Edukasi digital dinilai menjadi pelengkap kegiatan sosialisasi langsung yang selama ini dilakukan organisasi tersebut di berbagai kesempatan.
Putri Lestari menjelaskan bahwa konten bertema lingkungan masih memiliki daya tarik tersendiri, terutama ketika dikemas mengikuti tren media sosial. Video transisi sebelum dan sesudah kegiatan bersih-bersih, edukasi mengenai pengelolaan sampah, hingga ajakan membawa tumbler menjadi beberapa contoh konten yang rutin diproduksi Green Youth Bali. Menurutnya, menjadi eco influencer bukan ditentukan oleh jumlah pengikut, melainkan konsistensi menyampaikan pesan positif kepada masyarakat. "Eco influencer itu tidak harus memiliki jutaan followers. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat bahwa aksi nyata menjaga lingkungan itu sangat penting," ujar Putri Lestari. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu memiliki perangkat mahal untuk mulai membuat konten edukasi karena substansi pesan jauh lebih penting dibandingkan kualitas visual semata.
Sementara itu, Rahayu mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam mengembangkan konten lingkungan adalah menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Saat ini Green Youth Bali lebih aktif menggunakan Instagram karena dinilai memiliki algoritma yang mampu memperluas penyebaran konten secara cepat kepada anak muda. Namun, organisasi tersebut juga tetap melakukan edukasi secara langsung melalui program Green Youth Bali Goes to School agar pesan mengenai kepedulian lingkungan dapat diterima oleh pelajar yang belum aktif menggunakan media sosial. "Media sosial kami gunakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang tidak bisa kami jangkau secara langsung. Tetapi yang menjaga lingkungan tetap manusianya, bukan media sosialnya," ucap Rahayu. Menurutnya, media sosial hanyalah sarana untuk membangun kesadaran, sedangkan perubahan nyata bergantung pada tindakan setiap individu.
Melalui berbagai program tersebut, Green Youth Bali berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih ramah lingkungan. Langkah sederhana seperti memungut sampah yang terlihat, membawa wadah minum sendiri, hingga memilah sampah dari rumah dinilai mampu memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten. Green Youth Bali juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai ruang menyebarkan inspirasi positif, bukan sekadar mengikuti tren. Dengan semakin banyak anak muda yang berperan sebagai penyebar pesan lingkungan, gerakan menjaga alam diyakini dapat menjangkau lebih banyak orang dan membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....