PLN Perkuat Irigasi Pompa, Produktivitas Petani Buleleng Terjaga Baik

  • 21 Jul 2026 18:44 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Musim kemarau yang mulai memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Buleleng mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan PT PLN (Persero). Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung pelaksanaan Program Irigasi Pemompaan (Irpom) guna menjaga pasokan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas petani tetap terpelihara.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Manajemen PT PLN (Persero) UP3 Bali Utara dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng di Kantor PLN UP3 Bali Utara, Selasa 21 Juli 2026. Pertemuan itu membahas kesiapan penyediaan pasokan listrik untuk mendukung operasional pompa irigasi di sejumlah titik yang telah direncanakan pemerintah daerah.

Program Irigasi Pemompaan akan dilaksanakan di 27 titik di Kabupaten Buleleng. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 titik dinyatakan siap secara teknis untuk beroperasi, sedangkan 17 titik lainnya akan ditindaklanjuti melalui survei lapangan bersama yang melibatkan PLN, Dinas Pertanian, pemerintah desa, serta kelompok subak sebagai penerima manfaat.

Manager PT PLN (Persero) UP3 Bali Utara, RM Dimas Adhi Prabowo, mengatakan dukungan terhadap sektor pertanian menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung program strategis pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan listrik memiliki peran penting untuk memastikan sistem irigasi berbasis pompa dapat berjalan secara optimal, terutama saat musim kemarau.

"Listrik tidak hanya menjadi kebutuhan rumah tangga maupun dunia usaha, tetapi juga berperan penting dalam mendukung sektor pertanian. PLN siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memastikan kebutuhan kelistrikan Program Irigasi Pemompaan dapat terpenuhi sehingga memberikan manfaat nyata bagi para petani," ujarnya.

Dimas menambahkan, survei lapangan bersama menjadi tahapan penting sebelum seluruh titik dapat dioperasikan. Melalui survei tersebut, PLN akan memastikan kesiapan jaringan listrik sekaligus menentukan solusi teknis yang paling sesuai dengan kondisi di masing-masing lokasi, ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menyambut baik dukungan PLN terhadap pelaksanaan Program Irigasi Pemompaan. Ia menilai keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor utama agar pompa irigasi dapat beroperasi secara maksimal dan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

"Kami mengapresiasi dukungan PLN terhadap Program Irigasi Pemompaan. Melalui kolaborasi ini, kami optimistis kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara lebih optimal sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan mampu memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Buleleng," katanya.

Program Irigasi Pemompaan memanfaatkan pompa air berbasis listrik untuk mengalirkan air ke lahan pertanian ketika debit air alami menurun akibat musim kemarau. Program ini diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produktivitas lahan sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan di Kabupaten Buleleng.

Kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Buleleng diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur pendukung sektor pertanian. Dengan pasokan listrik yang andal serta kesiapan infrastruktur di setiap lokasi, pelaksanaan Program Irigasi Pemompaan diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....