PLN Edukasi 100 Anak di Gerokgak Bangun Budaya Aman Gunakan Listrik

  • 20 Jul 2026 06:49 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kesadaran terhadap keselamatan dalam menggunakan listrik terus ditanamkan PT PLN (Persero) sejak usia dini. Melalui kegiatan edukasi yang dipadukan dengan penyaluran santunan Muharram 1448 Hijriah, PLN mengajak anak-anak memahami pentingnya menggunakan listrik secara aman sekaligus menjaga keandalan jaringan kelistrikan.

Kegiatan tersebut digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali melalui UP3 Bali Utara pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Masjid Jamik Nurul Falah Yehbiyu dan Masjid Jamik Nurul Iman Gondol, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Sebanyak 100 anak yatim penerima manfaat Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN mengikuti edukasi bersama pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gerokgak serta pengurus sejumlah masjid di wilayah tersebut.

Manager PT PLN (Persero) UP3 Bali Utara, RM Dimas Adhi Prabowo mengatakan, anak-anak memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, pemahaman sejak dini akan membantu mereka menghindari risiko bahaya listrik sekaligus menyebarkan kebiasaan menggunakan listrik secara aman kepada orang-orang di sekitarnya.

"Momentum Muharram menjadi kesempatan yang baik untuk tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi masa depan anak-anak. Kami berharap mereka memahami bahwa listrik harus dimanfaatkan secara aman serta mampu menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun mengganggu keandalan jaringan listrik," ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta yang sebagian besar merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bahaya listrik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi yang ditekankan adalah larangan bermain layang-layang di dekat jaringan listrik serta pentingnya memilih lokasi bermain yang aman untuk mencegah kecelakaan maupun gangguan pasokan listrik.

Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan PLN ULP Singaraja, I Bagus Raka Dirgayusa, menegaskan bahwa membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, edukasi kepada anak-anak dinilai menjadi langkah penting agar kesadaran terhadap bahaya listrik terus tumbuh hingga mereka dewasa.

"Keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika anak-anak memahami bahaya listrik dan pentingnya menjaga jaringan listrik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan sekaligus ikut menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat," ucapnya.

Selain memberikan edukasi, PLN juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan potensi bahaya maupun gangguan pada jaringan listrik. Pelaporan secara cepat dinilai dapat membantu mencegah kecelakaan sekaligus mempercepat penanganan gangguan demi menjaga keandalan pasokan listrik.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan anak-anak dalam sesi tanya jawab dan diskusi mengenai penggunaan listrik yang aman di lingkungan tempat tinggal mereka. Antusiasme peserta terlihat saat mereka berbagi pengalaman sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh tim PLN.

Petugas Kantor Urusan Agama Kecamatan Gerokgak sekaligus Pengurus Masjid Jamik Nurul Iman Gondol, Nur Ma'arif, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi yang dipadukan dengan kegiatan sosial memberikan manfaat ganda bagi anak-anak.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena anak-anak tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang sangat bermanfaat. Edukasi seperti ini penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan sejak dini sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Hal senada disampaikan salah seorang penerima manfaat YBM PLN, Muhammad Fatih. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai bahaya bermain di sekitar jaringan listrik dan berkomitmen menyampaikan informasi tersebut kepada teman-temannya.

"Saya jadi tahu kalau bermain layang-layang tidak boleh dekat kabel listrik karena berbahaya. Saya juga akan mengingatkan teman-teman supaya bermain di tempat yang aman," katanya.

Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, PLN berharap budaya keselamatan ketenagalistrikan dapat semakin tertanam di tengah masyarakat. Dimulai dari anak-anak, pemahaman mengenai penggunaan listrik yang aman diharapkan terus berkembang di lingkungan keluarga sehingga mampu mendukung pasokan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....