Grebeg Perlinsos Buleleng Jaring 777 Warga untuk Validasi Data Bansos

  • 17 Jul 2026 08:51 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mempercepat digitalisasi bantuan sosial melalui program Grebeg Perlinsos. Kegiatan yang digelar di 17 kelurahan itu berhasil mendata 777 warga untuk pemutakhiran data perlindungan sosial.

Pelaksanaan Grebeg Perlinsos merupakan tindak lanjut Surat Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng Nomor P.400.9.1/1852/DinsosP3A/VII/2026 tentang Pelaksanaan Digitalisasi Bantuan Sosial. Kegiatan ini melibatkan SDM Dinas Sosial P3A sebagai Agen Perlinsos bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Buleleng yang melakukan pendataan sekaligus pendaftaran masyarakat melalui Portal Perlinsos.

Sebanyak 17 kelurahan menjadi lokasi pelaksanaan Grebeg Perlinsos, yakni Astina, Banyuasri, Banyuning, Beratan, Kaliuntu, Kampung Anyar, Kampung Baru, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Singaraja, Kendran, Liligundi, Paket Agung, Penarukan, Sukasada, Banjar Bali, dan Banjar Jawa.

Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 777 warga berhasil didaftarkan dan diverifikasi melalui Portal Perlinsos. Dari jumlah tersebut, 30 orang berpotensi layak menerima Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), 110 orang berpotensi menerima BPNT, 465 orang dinyatakan belum memenuhi syarat, sementara 172 orang masih menunggu proses verifikasi lanjutan.

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, mengapresiasi kerja keras seluruh Agen Perlinsos dan Pendamping PKH dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendataan yang akurat menjadi kunci agar bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

"Kegiatan ini bukan sekadar pendataan, tetapi merupakan bentuk pengabdian untuk memastikan setiap warga yang benar-benar membutuhkan memperoleh haknya. Mari kita sukseskan Digitalisasi Bantuan Sosial ini dengan kerja sama, komitmen, dan semangat melayani masyarakat," ujar Ketut Ngurah Arya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan Grebeg Perlinsos menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan perlindungan sosial. Melalui pemutakhiran data berbasis digital, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

"Digitalisasi bantuan sosial bertujuan menghadirkan data yang valid dan mutakhir sehingga setiap program bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Portal Perlinsos dan berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data," kata I Putu Kariaman Putra.

Hingga 16 Juli 2026, progres percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kabupaten Buleleng telah mencapai 66.288 orang atau 24,61 persen dari total sasaran 269.323 kepala keluarga. Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis target digitalisasi bantuan sosial dapat tercapai melalui pelaksanaan Grebeg Perlinsos secara berkelanjutan di seluruh desa dan kelurahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....