Bupati Jembrana Tinjau Korban Kebakaran di Pekutatan
- 13 Jul 2026 08:13 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengunjungi keluarga korban kebakaran di Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Minggu, 12 Juli 2026. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus memastikan penanganan bagi warga terdampak berjalan dengan baik.
Setibanya di lokasi, Bupati Kembang meninjau kondisi rumah milik Kadek Duwi yang mengalami kerusakan akibat kebakaran pada Sabtu, 11 Juli 2026, malam. Ia juga berbincang langsung dengan keluarga korban untuk mendengar kronologi kejadian serta memberikan dukungan moril.
"Kami menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami keluarga korban. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar bantuan yang diperlukan dapat segera disalurkan," ujar Bupati Kembang.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan rutin memeriksa instalasi listrik serta menggunakan peralatan rumah tangga secara aman. Menurutnya, langkah pencegahan menjadi upaya penting untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran di lingkungan permukiman.
Bupati juga meminta jajaran pemadam kebakaran untuk terus mempertahankan respons cepat dalam menangani setiap laporan kebakaran. Penanganan yang sigap dinilai dapat memperkecil dampak kerusakan maupun potensi meluasnya kobaran api.
Ia turut mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam proses penanganan musibah tersebut, mulai dari petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga masyarakat yang bergotong royong membantu proses evakuasi dan pembersihan lokasi.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 21.15 WITA. Api menghanguskan bagian kamar tidur, bale sari, dan dapur rumah milik korban.
Sebanyak empat unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Berkat upaya petugas yang dibantu warga setempat, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain.
Menurut Eko, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sehari setelah kejadian, personel Satpol PP bersama pemerintah kecamatan dan perangkat desa kembali turun ke lokasi untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan yang terbakar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....