Bupati Targetkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Menjangkau Desa
- 12 Jul 2026 17:45 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan pengelolaan sampah berbasis sumber diperluas ke seluruh desa sebagai upaya memperkuat penanganan sampah dari tingkat rumah tangga. Langkah tersebut dilakukan dengan mendorong terbentuknya bank-bank sampah di desa yang mampu mengelola sampah secara mandiri. Program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan pengembangan pengelolaan sampah tidak berhenti pada satu wilayah saja. Keberhasilan yang telah berjalan di Banyuning Selatan akan menjadi contoh untuk diterapkan di desa-desa lainnya. Menurutnya, perluasan program menjadi langkah penting agar pengelolaan sampah berbasis sumber dapat dilakukan secara merata di seluruh Kabupaten Buleleng.
Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perbankan, dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dukungan tersebut mencakup pemanfaatan sistem aplikasi yang memudahkan pengelolaan bank sampah hingga memberikan nilai ekonomi bagi sampah yang telah dipilah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program di tingkat desa.
“Desa lain. Jadi kita mau ketok tularkan sehingga nanti BPD sudah siap untuk kerja sama aplikasi ini. Sehingga nanti betul-betul sampah-sampah yang sudah dipilah di pengolahan sampah berbasis sumber dari rumah tangga, dari desa itu bisa terkelola. Jadi masing-masing dari bank sampah yang dimiliki,” ujarnya.
Sutjidra menjelaskan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Masyarakat didorong membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sebelum disalurkan ke bank sampah di masing-masing desa. Dengan pola tersebut, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan, sementara beban sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan.
Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bertahap. Pemerintah akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. “Kita terus edukasi. Kita memang merubah mindset itu perlu waktu. Perlu waktu merubah mindset masyarakat supaya mereka tidak lagi membuang sembarangan,” katanya.
Selain mengedepankan edukasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga terus memperkuat gerakan kebersihan yang melibatkan perangkat daerah, TNI, Polri, dan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber. Pemerintah berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat mampu mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Bupati Sutjidra mengajak seluruh masyarakat Buleleng menjadikan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga, kantor, maupun fasilitas umum akan menjadi fondasi utama dalam menyelesaikan persoalan sampah di daerah. “Seluruh semeton Buleleng mari kita mulai mengelola sampah ini dari rumah tangga masing-masing, dari kantor masing-masing, dari fasilitas-fasilitas yang dimiliki sehingga kita betul-betul nanti Buleleng ini seperti yang diharapkan itu bersih dari sampah, baik itu sampah plastik maupun sampah organik,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....