SMSI Luncurkan Gagasan PFII dari Bali, Dorong Indonesia Jadi Pusat Finansial

  • 11 Jul 2026 17:43 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Denpasar - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memulai pembahasan gagasan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema Menangkapitalisasi Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali, Denpasar, Jumat 10 Juli 2026. Forum ini menjadi langkah awal SMSI dalam mendorong lahirnya konsep pusat keuangan internasional yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Bali dipilih sebagai lokasi perdana karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan dihadiri jajaran Pengurus Pusat SMSI, Pengurus SMSI Bali, akademisi, praktisi, perwakilan sektor perbankan, organisasi profesi pers, hingga insan media. Selain membahas konsep PFII, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengukuhan Kelompok Kerja Jaksa Garda Desa (Pokja Jaga Desa). Program kolaborasi Kejaksaan RI bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu bertujuan memperkuat pengawasan pengelolaan dana desa agar berlangsung transparan dan akuntabel.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menilai Indonesia memiliki modal besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat keuangan dunia. Kekayaan sumber daya alam, potensi ekonomi, dan besarnya pasar domestik menjadi keunggulan yang perlu didukung melalui kebijakan yang tepat serta sinergi lintas sektor. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam sistem keuangan global.

“Indonesia merupakan negara yang sangat kaya. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat diwujudkan sehingga Indonesia memiliki posisi yang lebih kuat dalam sistem keuangan global,” ujarnya.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan Bali dipilih sebagai titik awal pembahasan PFII karena memiliki citra internasional yang kuat. Pulau Dewata dinilai menjadi daerah yang paling dikenal masyarakat dunia ketika berbicara tentang Indonesia. Karena itu, SMSI menilai Bali merupakan tempat yang tepat untuk memulai diskusi mengenai pembentukan pusat finansial internasional di Indonesia.

“Ketika masyarakat dunia berbicara tentang Indonesia, Bali menjadi salah satu daerah yang paling dikenal. Karena itu kami memulai pembahasan ini dari Bali,” katanya.

Firdaus menjelaskan, selama ini pusat finansial internasional masih didominasi oleh negara-negara seperti Swiss dan Singapura. Melalui FGD tersebut, SMSI ingin mendorong lahirnya kawasan pusat keuangan internasional di Indonesia yang mampu menarik likuiditas global untuk mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, keberadaan PFII diharapkan dapat memperkuat sektor keuangan nasional, meningkatkan investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan penyelenggaraan FGD merupakan program Pengurus Pusat SMSI, sedangkan SMSI Bali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan perdana. Ia berharap forum tersebut mampu menghimpun berbagai masukan dari akademisi, praktisi, pelaku industri, pemerintah, hingga media sebagai bahan penyusunan konsep PFII yang komprehensif. "Kami berharap forum ini menghasilkan berbagai rekomendasi dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan konsep Pusat Finansial Internasional Indonesia," ucapnya.

Diskusi menghadirkan Dewan Pakar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Trisno Nugroho serta Anggota Kelompok Kerja Gubernur Bali Bidang Ekonomi Perbankan Agus Syabarrudin sebagai narasumber, dengan Wakil Ketua Umum SMSI Pusat Yono Hartono sebagai moderator. Kegiatan juga dihadiri perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali, pengurus SMSI kabupaten/kota se-Bali, serta wartawan dari berbagai daerah. Melalui forum ini, SMSI berharap dapat menyusun rekomendasi yang menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengembangkan Indonesia sebagai pusat finansial internasional yang mampu menjadi magnet investasi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....