Aksi Cegah Narkotika Dimulai dari Anak, BNNK Buleleng Perkuat Edukasi Dini
- 03 Jul 2026 08:38 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Upaya tersebut dinilai tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, dan lingkungan untuk memberikan edukasi sejak usia dini. Langkah pencegahan menjadi semakin penting mengingat perkembangan modus peredaran narkotika yang terus berubah dan semakin menyasar berbagai kalangan.
Kepala BNNK Buleleng, Komang Yuda Murdianto, S.H., M.H., mengatakan masyarakat harus memiliki kepedulian dan semangat untuk saling mendukung dalam memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkotika. Menurutnya, penyebaran informasi mengenai jenis dan modus penyalahgunaan narkotika harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak tertinggal dengan perkembangan yang terjadi. Ia menilai pengetahuan yang memadai menjadi benteng awal dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
“Masyarakat harus antusias, saling bantu-membantu dan bahu-membahu untuk mensosialisasikan serta mengedukasi terkait narkotika. Perkembangan narkotika saat ini sangat cepat sehingga kita juga harus terus memperbarui pengetahuan mengenai jenis dan modus peredarannya, khususnya yang berkembang di wilayah Singaraja dan Buleleng,” ujarnya pada Jumat 3 Juli 2026.
Komang Yuda menjelaskan, tema “Ananda Bersinar, Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak” dipilih karena pembentukan karakter dan pemahaman mengenai bahaya narkotika harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dibekali kemampuan untuk membedakan perilaku yang baik maupun yang berisiko sejak mereka berada di bangku pendidikan awal hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, mereka memiliki ketahanan diri ketika menghadapi berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika di kemudian hari.
Ia menambahkan, edukasi sejak dini bukan berarti menakut-nakuti anak, melainkan memberikan pemahaman yang sesuai dengan usia mereka. Melalui pengenalan sederhana mengenai benda, makanan, atau obat yang aman dan yang berbahaya, anak-anak diharapkan memiliki kewaspadaan sejak kecil. Pendekatan tersebut juga dinilai efektif untuk membangun budaya hidup sehat dan menjauhkan generasi muda dari ancaman narkotika.
“Kami menyasar anak-anak PAUD karena pengetahuan harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak perlu mengetahui mana makanan, minuman, atau permen yang aman dan mana yang patut diwaspadai apabila mengandung zat berbahaya. Edukasi sejak kecil akan menjadi bekal ketika mereka tumbuh dewasa,” katanya.
Lebih lanjut, Komang Yuda mengingatkan bahwa berbagai jenis narkotika kini kerap disamarkan dalam bentuk yang menyerupai makanan, minuman, hingga obat-obatan sehingga sulit dikenali oleh masyarakat awam. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dan tenaga pendidik untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Karena itu, BNNK Buleleng terus mendorong sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Anak-anak harus mengetahui bahwa tidak semua obat atau permen aman untuk dikonsumsi. Jangan sampai mereka tertipu oleh bentuk yang menyerupai makanan atau obat, padahal mengandung narkotika seperti ekstasi, sabu, atau zat berbahaya lainnya. Pengetahuan sejak dini akan membantu mereka lebih waspada dan mampu melindungi diri dari penyalahgunaan narkotika,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....