Ratusan Kilometer Jalan Rusak di Buleleng Masuk Skala Prioritas
- 23 Jun 2026 13:53 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mempercepat pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah. Sejumlah proyek strategis mulai dijalankan pada tahun 2026, mulai dari perbaikan jalan dan jembatan, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga penataan kawasan perkotaan dan destinasi wisata.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan. Pemkab Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Puprperkim) telah memetakan berbagai kebutuhan pembangunan berdasarkan tingkat urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat.
Kepala Dinas Puprperkim Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan skala prioritas.
"Saat ini beberapa paket pekerjaan sudah memasuki tahap kontrak dan mulai dikerjakan. Penanganan jalan rusak dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas yang telah dipetakan di masing-masing kecamatan," ujarnya pada Selasa 23 Juni 2026.
Tahun ini, Dinas Puprperkim mengalokasikan anggaran sekitar Rp63 miliar untuk penanganan jalan dan jembatan. Sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan berat mulai mendapat penanganan, termasuk ruas jalan di Desa Lemukih yang berada di sekitar kawasan Menara Turyapada. Setelah sebelumnya pengerjaan dilakukan pada bagian atas ruas jalan, kini perbaikan dilanjutkan pada bagian bawah yang kondisinya juga mengalami kerusakan cukup parah.
Selain jalan, dua jembatan juga menjadi prioritas perbaikan, yakni jembatan di Banyuasri dan Tejakula. Keberadaan kedua jembatan tersebut dinilai penting untuk mendukung konektivitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah sekitarnya.
Di sektor sumber daya air, pemerintah daerah memprioritaskan rehabilitasi 35 ruas jaringan irigasi yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Buleleng. Program tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, terutama saat memasuki musim kemarau.
"Irigasi sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan. Saat musim hujan tidak menjadi persoalan, namun saat musim kemarau ketersediaan air harus tetap terjaga agar petani dapat terus berproduksi," jelasnya, ujarnya.
Selain infrastruktur dasar, Pemkab Buleleng juga memberi perhatian pada penataan kawasan perkotaan dan destinasi wisata. Tahun ini, penataan kawasan Titik Nol Singaraja atau Tugu Singa Ambara Raja menjadi salah satu program prioritas untuk memperkuat identitas kota.
Penataan kawasan Lovina juga hampir rampung sebagai persiapan pelaksanaan Lovina Festival. Pekerjaan dilakukan mulai dari Jalan Mawar hingga kawasan barat Tasik Madu dengan peningkatan fasilitas publik, aksesibilitas, serta pemasangan lampu tenaga surya yang dinilai lebih efisien dalam jangka panjang.
"Lovina merupakan salah satu wajah pariwisata Buleleng. Karena itu, penataan kawasan dilakukan secara menyeluruh agar lebih nyaman dan menarik bagi wisatawan," katanya.
Pemkab Buleleng juga menyiapkan penataan Jalan Diponegoro hingga kawasan Pabean menuju Pelabuhan Buleleng. Kawasan tersebut dirancang menjadi sentra angkringan dan ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha kecil serta menjadi tempat berkumpul masyarakat, terutama kalangan muda.
Penataan kawasan Pelabuhan Buleleng juga akan dimulai dari revitalisasi Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja. Gedung tersebut nantinya dioptimalkan untuk berbagai kegiatan seperti rapat, pertemuan, pesta pernikahan, event olahraga, hingga mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali mendatang.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan. Dengan kemampuan anggaran yang tersedia, pemerintah daerah hanya mampu menangani sekitar 30 kilometer jalan rusak setiap tahun, sedangkan total panjang jalan rusak di Kabupaten Buleleng diperkirakan mencapai sekitar 300 kilometer.
"Kami memahami harapan masyarakat sangat besar. Setiap desa menyampaikan usulan melalui musrenbang, namun tidak semuanya bisa langsung dieksekusi. Oleh sebab itu, kami menerapkan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat," ungkapnya, ucapnya.
Sebagai langkah jangka pendek, Dinas Puprperkim terus melakukan penambalan jalan berlubang di sejumlah titik untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas. Pemerintah daerah juga mulai mengembangkan teknologi aspal plastik yang telah diterapkan di beberapa ruas jalan, seperti di Desa Bengkala dan kawasan Pura Segara Rupek.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, sampah plastik dapat diolah menjadi material konstruksi jalan sehingga turut membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Selain mengandalkan APBD, pemerintah juga membuka peluang partisipasi masyarakat dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Dengan pemetaan yang telah dilakukan dan penanganan berdasarkan skala prioritas, pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....