BMKG Peringatkan Bali Terancam Kekeringan
- 22 Jun 2026 21:44 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Stasiun Klimatologi Bali melaporkan satu wilayah di Kabupaten Jembrana telah mengalami 31 hari berturut-turut tanpa hujan berdasarkan pemutakhiran Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Provinsi Bali per 20 Juni 2026. Kondisi tersebut menjadi sinyal meningkatnya potensi kekeringan di sejumlah wilayah Pulau Dewata.
Secara umum, BMKG mencatat kondisi HTH di Bali berada pada kategori Masih Ada Hujan hingga Kekeringan Sangat Panjang, yakni 31–60 hari tanpa hujan. Sementara itu, distribusi curah hujan di seluruh Bali pada periode pengamatan berkisar antara 0 hingga 131 milimeter per dasarian, menunjukkan kondisi hujan yang tidak merata di berbagai wilayah.

Peta monitoring BMKG memperlihatkan sebagian besar wilayah Bali masih berada pada kategori masih ada hujan hingga 10 hari tanpa hujan. Namun, sejumlah daerah di Bali bagian barat, utara, dan timur telah memasuki kategori 11–30 hari tanpa hujan, bahkan satu titik di Kabupaten Jembrana tercatat mencapai kategori kekeringan sangat panjang dengan 31 hari berturut-turut tanpa hujan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan di wilayah Bali bagian barat, utara, dan selatan seiring semakin panjangnya periode tanpa hujan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, peluang hujan masih diprakirakan terjadi pada periode 21–30 Juni 2026 di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Selemadeg Barat, Selemadeg, Abiansemal, Payangan, Tegallalang, Tampaksiring, Ubud, Sukawati, Blahbatuh, Gianyar, Susut, Bangli, Tembuku, Klungkung, Banjarangkan, Dawan, Rendang, Selat, Sidemen, Manggis, dan Bebandem.
Selain ancaman kekeringan, BMKG turut mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di Selat Bali bagian selatan dan perairan selatan Bali. Masyarakat diharapkan menggunakan air secara bijak serta terus mengikuti informasi cuaca dan iklim terbaru sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....