Kebakaran Lahan Puluhan Are di Delodberawah

  • 22 Jun 2026 10:37 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Negara – Kebakaran lahan terjadi di wilayah Desa Delod Berawah, Kecamatan Negara, Minggu 21 Juni 2026 malam. Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Jembrana yang menerima informasi langsung ke lokasi dan api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area yang lebih luas.

Kasat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo AP, Senin 22 Juni 2026 mengatakan informasi kebakaran diterima pada Minggu malam sekitar pukul 21.42 Wita. Lokasi kebakaran berada di sebelah timur Patung Putri Duyung, Desa Delod Berawah.

“Mendapat laporan adanya kebakaran lahan, petugas Damkar Regu III yang sedang siaga di Mako langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujarnya.

Menurut Eko Susilo, saat petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian, kobaran api sudah padam. Namun masih terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali sehingga petugas segera melakukan proses pendinginan.

“Petugas melakukan pendinginan selama kurang lebih 15 menit untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak menyala kembali,” katanya.

Lahan yang terbakar diketahui milik seorang warga bernama Narya. Dari total luas lahan sekitar 50 are, diperkirakan sekitar 25 are terdampak kebakaran.

Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkar Jembrana mengerahkan empat unit armada, yakni satu armada tangki merah, satu armada tangki silver, satu armada Hino Tembak, dan satu armada Altora. Sebanyak 11.500 liter air digunakan untuk proses pendinginan.

Berdasarkan hasil penelusuran awal, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke area lahan. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian lain yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut. Eko Susilo mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama pada musim kemarau yang membuat vegetasi lebih mudah terbakar.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan api saat membakar sampah dan memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, sehingga tidak memicu kebakaran lahan maupun kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....