Pentingnya Kesadaran Diri saat Berwisata Air

  • 21 Jun 2026 20:17 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Di balik keseruan dan keindahannya, wisata air menyimpan potensi bahaya yang patut diwaspadai. Guna mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan, masyarakat diimbau untuk membangun self-awareness atau kesadaran diri yang tinggi sebelum menceburkan diri ke air.

Ketua Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) Sangsit sekaligus Kepala Balawista Kabupaten Buleleng, Bali, Agus Darma menekankan bahwa langkah paling awal yang harus dimiliki oleh setiap penikmat wisata air adalah kemampuan mengenali potensi bahaya di lokasi sekitar. Menurutnya, pemahaman ini bertindak sebagai benteng pencegahan pertama.

"Bagi kita penikmat wisata air, tentunya harus ada self-awareness. Jadi pemahaman pemahaman potensi bahaya, itu yang pertama dulu. Ini adalah langkah pencegahan sebenarnya," ujar Agus Dharma disela-sela kegiatan edukasi tentang Lifequard di Kawasan Taman Kota Singaraja, Minggu, 21 Juni 2026.

Lebih lanjut, Agus Dharma yang juga selaku Ketua Kelompok Pelestari Penyu Balawista Buleleng, Asesor sekaligus Instruktur Lifeguard, menjelaskan bahwa esensi dari menghindari risiko tenggelam adalah kemampuan tubuh untuk tetap berada di permukaan air. Ia menyarankan agar masyarakat membekali diri dengan latihan dasar atau memanfaatkan alat bantu yang ada.

"Bagaimana kita menjaga agar kita tidak tenggelam, itu ada latihannya. Jadi kita perlu menjaga tubuh kita untuk mengapung, karena tenggelam itu lawannya adalah mengapung. Selain itu alat pengapung sudah banyak sekali, sehingga kegiatan kita di pantai, di air itu menjadi happy, bergembira dan selamat," ucap Agus Dharma

Untuk memastikan liburan tetap aman dan menyenangkan, Agus Dharma membagikan beberapa poin penting yang wajib dipersiapkan:

Tentukan sejak awal apakah berencana untuk berenang atau tidak. Jika ingin berenang, siapkan pakaian yang sesuai serta alat pelampung jika belum mahir berenang.

Selalu ajak teman atau keluarga. Kehadiran orang lain sangat krusial jika terjadi situasi darurat agar bisa saling memberikan pertolongan.

Waspadai Cuaca dan Suhuk arena kondisi tersengat panas matahari di pantai juga perlu diantisipasi.

Jika melihat atau mengalami insiden tenggelam, orang-orang di sekitar lokasi adalah penolong pertama yang bisa memberikan bantuan darurat awal sebelum menghubungi pihak terkait.

Meskipun cakupan tugas operasional Balawista Sangsit saat ini masih berfokus di wilayah lokal Desa Sangsit, Agus menegaskan bahwa personelnya memiliki keterampilan lifeguard yang mumpuni dan selalu siaga. Tidak hanya itu, mereka juga siap bersinergi dengan skala yang lebih luas jika dibutuhkan.

Dengan adanya kesadaran dari diri sendiri serta kesiapsiagaan dari tim penyelamat, diharapkan aktivitas wisata air dapat berjalan dengan aman, selamat, dan membawa pulang cerita yang membahagiakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....